Menjadi Influencer Berakhlak Mulia, Ini Pandangan Islam

0
323
influencer berakhlak mulia

Influencer berakhlak mulia – Media sosial yang saat ini tumbuh subur turut menghadirkan profesi baru dalam bidang digital, yakni influencer. Menjadi influencer berakhlak mulia kian dibutuhkan masyarakat karena memiliki pengaruh besar dalam interaksi virtual. Kehadiran influencer menjadi salah satu hal positif dalam menyebarkan syiar Islam di media sosial.

Hukum Menjadi Influencer Menurut Islam

Semua orang bisa memperlihatkan kelebihan diri sejak era digital yang semakin merata. Mulanya tidak dikenal siapa-siapa, berkat media sosial tak jarang orang mulai melambung namanya. Lalu, bagaimana hukum menjadi influencer menurut Islam? Patut Sobat pahami bahwa segala sesuatu pasti memiliki sisi negatif dan positif. 

Nomenklatur influencer bisa memberikan pengaruh positif maupun negatif, sehingga media sosial menjadi platform kerap manfaat. Pada dasarnya influencer atau pemengaruh dalam sudut pandang Islam tidak ada larangan selama kontennya positif. Jika media sosial hanya berisi influencer tak berkompeten, maka sama halnya dengan menjerumuskan publik.

Bagi Sobat yang memiliki kompetensi, maka bisa turut andil memberi edukasi kepada masyarakat. Imam Bukhari menyelipkan Rabi’ah berkaitan dengan tanggung jawab keilmuan bagi kyai. Era digital mengharuskan dunia dakwah bisa beradaptasi terhadap dunia teknolog, sehingga syiar Islam terus eksis di tengah-tengah masyarakat. 

Sejatinya seluruh kaum muslimin memiliki kewajiban berdakwah sesuai dengan kapasitasnya sebagaimana ayat berikut ini:

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” 1

Menjadi Influencer Berakhlak Mulia

Di tengah-tengah keberagaman konten yang beredar di masyarakat, urgensi menjadi influencer berakhlak mulia menjadi prioritas utama. Sebab, influencer muslim memiliki pengikut loyal dan jumlahnya besar. Oleh karena itu, penting membentuk persepsi dan modernisasi beragama di media sosial. 

Media sosial kerap menjadi arena perdebatan, di mana suara ekstrimis dan intoleran lebih ramai dibandingkan suara moderat. Tak jarang hal ini memantik munculnya konten-konten provokatif dan emosional lebih menarik perhatian. Menjadi influencer berakhlak mulia dengan membawa kedamaian dan toleransi menjadi tantangan tersendiri. 

Berikut ini beberapa cara menjadi influencer yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam:

1.  Proaktif Mengelola Narasi

Alih-alih terjebak konflik, influencer muslim wajib mengambil langkah proaktif terutama dalam hal mengelola narasi. Pendekatan dialog serta pemahaman yang baik akan menjadi solusi lebih konstruktif. Melalui media sosial Sobat dapat melakukan promosi diskusi berbasis data. 

influencer berakhlak mulia

Cara ini efektif untuk meredakan ketegangan serta mampu membangun pemahaman yang lebih baik. Influencer muslim memiliki kapasitas menjadi teladan, sebab tak hanya berbagi konten, melainkan menunjukkan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam. 

Melalui cara ini, influencer bisa membangun narasi positif yang mendorong pengikutnya memahami Islam dengan benar.

2.  Berdakwah Menarik Tanpa Mengabaikan Ajaran Islam

Cara menjadi influencer berakhlak mulia selanjutnya yaitu memberi kemasan dakwah yang menarik tanpa mengabaikan inti dari ajaran Islam. Dakwah ini tidak hanya sebatas ceramah, melainkan cakupannya lebih luas lagi. Model dakwah yang menunjukkan nilai-nilai Islam efektif menjangkau pengguna media sosial, khususnya kaum muda.

Bagi para influencer, jalan mendulang pahala dalam menyampaikan kebaikan sesuai dengan hadits berikut ini:

Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” 2

Hadits ini menjelaskan bahwa mengajak orang menuju kebaikan akan mendapatkan pahala sama dengan orang yang melakukan kebaikan.

Menjadi influencer berakhlak mulia menjadi prioritas karena memiliki kapasitas menjadi teladan. Mereka tidak hanya berbagi konten informatif, melainkan juga menunjukkan ajaran Islam yang damai dan inklusif.


  1. (QS Ali Imran [3]: 110) ↩︎
  2. (HR Imam Muslim dengan nomor 1893) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY