Apa Itu Nifas? Ini Penjelasannya Dalam Islam

0
75
apa itu nifas

Apa itu nifas – Sobat Cahaya Islam yang membuka artikel ini pasti bertanya-tanya apa itu nifas? Tidak hanya proses hamil dan melahirkan saja yang dirasakan oleh perempuan.

Ternyata setelah melahirkan pun masih ada proses tubuh alami pasca-melahirkan disebut dengan nifas. Nah, untuk jawaban lengkapnya simak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Nifas Dalam Islam

Nifas sendiri dikenal juga sebagai lokia, yakni proses pendarahan yang keluar dari vagina. Biasanya terjadi pada seorang wanita yang baru saja melahirkan. Baik melahirkan secara normal maupun caesar

Nifas terjadi karena selama hamil, perempuan tidak mengalami menstruasi. Di dalam rahim juga terdapat jaringan-jaringan serta tambahan darah. Setelah proses melahirkan, maka rahim mengeluarkan darah menstruasi atau membersihkan kotoran dalam rahim.

Darah yang keluar saat awal, biasanya berwarna merah pekat, disertai darah menggumpal berukuran kecil. Setelah itu, darah berubah menjadi lebih terang coklat, merah muda, kuning, dan putih.

Ulama berbeda pendapat dalam penentuan lamanya nifas berlangsung. Tapi yang tertera dalam hadits, nifas dibatasi sampai 40 hari. Jika lebih dari itu bukan darah nifas, melainkan darah Mustahadhah yang dikeluarkan oleh tubuh. Ini merupakan kodratnya seorang wanita:

“Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”(HR. Bukhori no.285)

 Kecuali setelah 40 hari bertepatan dengan masa haid, maka selesaikan sampai masa haid berakhir. Nifas juga tidak bisa ditentukan apabila si wanita mengalami keguguran, darah yang dikeluarkan bukan darah nifas melainkan darah penyakit.

7 Hal yang Diharamkan saat Nifas

Adapun hal-hal yang diharamkan ketika nifas adalah sebagai berikut:

1.       Sholat, Puasa, dan Tawaf

apa itu nifas

Wanita yang dalam keadaan hadats besar seperti nifas dan haid, tidak diwajibkan untuk sholat, puasa dan tawaf. Untuk sholat yang ditinggalkan, tidak wajib diganti. Sedangkan untuk puasa wajib diganti setelah bersuci dan diluar bulan Ramadhan.

2.       Membaca, Memegang, dan Membawa Mushaf Al-Qur’an

apa itu nifas

Membaca Al-Qur’an juga dilarang. Hukum ini agaknya memberatkan bagi penghafal Al-Qur’an karena harus terus memuroja’ah hafalan.

Tapi, Islam merupakan agama yang mudah dan indah, wanita dalam keadaan ini tetap bisa melafalkan ayat suci Al-Quran dengan niat dzikir kepada Allah.

Tidak hanya itu, wanita juga tidak boleh membawa bahkan memegang mushaf Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan Kalam dan firman Allah yang suci.

3.       Masuk, Duduk, dan I’tikaf dalam Mesjid

Selanjutnya, wanita dalam keadaan ini juga tidak boleh masuk, duduk dan beri’tikaf di Masjid. Meski tujuannya untuk menuntut ilmu Syara’ atau mengikuti majelis taklim.

 Wanita juga tidak boleh mondar-mandir di masjid tanpa udzur dan larangan ini berlaku, meski si wanita mengenakan pembalut. Hukum ini sebagai bentuk memuliakan masjid sebagai tempat beribadah.

4.       Bersetubuh

Bersetubuh atau jima’ ketika wanita dalam keadaan nifas merupakan larangan yang serius. Jika melanggar hukum ini, makan dihukumi dosa besar.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ٢٢٢

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”  (QS. Al-Baqarah: 222)

5.       Talak

Selanjutnya, pihak laki-laki tidak boleh menjatuhkan talak atau menceraikan istri dalam keadaan nifas. Hal ini berdasarkan firman Allah;

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (dengan wajar).”

(Qs. ath-Thalaq: 1)

Itulah informasi untuk menjawab pertanyaan sobat cahaya Islam, tentang Apa itu nifas? Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang agama Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY