LDII menggagas kegiatan pertanian – Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dan LDII menggagas kegiatan pertanian kota (urban farming) sebagai solusi kreatif. Hal ini dilakukan karena. Program ini terjadi berawal dari keprihatinannya terhadap tumpukan sampah yang merusak pemandangan dan minimnya ruang hijau di pemukiman padat.
Dialah Nurfajri, sosok perempuan tangguh yang muncul sebagai inspirasi dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya urbanisasi dan tantangan perubahan iklim. Melalui kepedulian tinggi terhadap alam, ia dengan gigihnya membangun gerakan lingkungan. Hal ini melalui urban farming dan bank sampah di lingkungannya.
LDII Menggagas Kegiatan Pertanian Kota
Nurfajri dengan semangat yang tinggi ingin menjaga lingkungan. Sebab, menjaga lingkungan bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab semua masyarakat.
Berikut ini penjelasan mengenai poin penting dalam program LDII menggagas kegiatan pertanian kota, antara lain:
1. Lahan Sempit di Sekitar Rumah Warga
Urban farming sendiri merupakan salah satu praktik budidaya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di atau sekitar kota. Pertanian urban juga nantinya akan melibatkan peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura.
Lahan sempit di sekitar rumah warga Fajri ubah menjadi beberapa kebun produktif. Tujuannya untuk bisa menanam sayuran organik, rempah, dan tanaman hias.
Tidak hanya dapat memperindah lingkungan, kegiatan ini juga akan membantu mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Bahkan, juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga yang besar.
Tidak berhenti di situ, ia juga telah berhasil menginisiasi bank sampah yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak muda. Sampah rumah tangga tersebut dipilih dan ditabung layaknya seperti uang.
2. Sampah Organik Menjadi Kompos
Sampah organik juga dijadikan sebagai kompos untuk berbagai jenis kebun. Sementara itu, untuk sampah anorganik dapat ditukar menjadi rupiah atau menjadi kebutuhan pokok.
Konsep ini sebenarnya bukan hanya menekan volume sampah. Namun, juga telah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang dan tanggung jawab ekologis.
3. Melalui Langkah Kecil untuk Menciptakan Perubahan Besar
Fajri juga telah mengatakan melalui langkah kecil ini, dimulai dari diri kita masing-masing. Hal ini untuk bisa menciptakan perubahan besar.


Gerakan yang ia gagas saat ini juga terus meluas dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Baik itu dari sekolah-sekolah, komunitas, hingga pemerintah setempat mulai melirik pendekatan yang ia jalankan.
4. Menyulap Lingkungan Kumuh
Berkat adanya dedikasi dan ketekunannya, Nurfajri telah berhasil menyulap lingkungan yang dulu kumuh menjadi kawasan bersih, hijau, serta produktif.
Sosoknya juga telah berhasil membuktikan bahwa kepedulian, aksi nyata, kesabaran dan ketulusan menjadi kunci utama keberhasilan lingkungan sehat dan bersih. Hal ini juga bisa menjadi kekuatan besar untuk membawa perubahan di lingkungan sekitar.
Nurfajri tidak hanya mengajarkan cara menanam dan memilah sampah. Namun, juga telah menanamkan harapan serta menumbuhkan semangat gotong-royong untuk bumi yang lebih lestari. Melalui program LDII menggagas kegiatan pertanian kota, harapannya masyarakat di kota Kendari bisa lebih kreatif lagi dan memanfaatkan lahan rumah yang kosong.































