Hadits Arbain Nawawi 31: Tips Rasulullah Agar Dicintai Allah Sekaligus Dicintai Orang

0
1709
Hadits Arbain Nawawi 31: Tips Rasulullah Agar Dicintai Allah Sekaligus Dicintai Orang

Tips islami – Dalam curhatan satu teman tim cahayaislam, di akhir percakapannya dia bertanya: Apakah ada sebenarnya cara supaya Allah tetap mencintai dirinya karena dia dekat dengan Allah, namun disisi lain dia tetap bisa disukai dan tidak dijauhi oleh teman-temannya? jawabannya Ada! Ikuti saja tips Rasulullah yang dijelaskan dalam hadits arbain nawawi nomor 31 berikut ini.

Hadits Arbain Nawawi 31: Tips Rasulullah Agar Dicintai Allah Sekaligus Dicintai Orang

Berawal dari satu teman tim cahayaislam yang berkata dan sedikit mengeluh begini: kebanyakan teman-temanku suka nongkrong, dan setelah aku tahu bahwa Allah dan Rasul tidak menyukai hambanya yang menghabiskan waktu pada hal yang tidak bermanfaat, maka aku meninggalkan kebiasaan nongkrong tersebut, namun aku kemudian mulai dijauhi oleh teman-temanku karena lebih banyak menghabiskan waktu di masjid daripada bersama mereka.

Sabda Rasulullah agar kita dicintai Allah sekaligus orang-orang

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ! دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ؛ فَقَالَ: “ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّك اللهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّك النَّاسُ

Atas otoritas Abu al-‘Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idee (ra dengan dia) yang berkata: Seorang pria datang kepada Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) dan berkata, “Wahai Rasulullah, arahkan saya ke suatu tindakan yang, jika saya melakukannya, [akan menyebabkan] Allah untuk mencintai saya dan orang-orang untuk mencintai saya. ” Jadi dia (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Singkirkan dunia dan Allah akan mencintaimu, dan meninggalkan apa yang orang miliki dan orang-orang akan mencintaimu.” Sebuah hadits hasan yang diceritakan oleh Ibn Majah dan lainnya dengan rantai otoritas yang baik. [1]

Dalam hadits tersebut diceritakan dari Sahl bin Sa’d bahwa suatu ketika ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah sembari bertanya: wahai utusan Allah, tunjukkan padaku sebuah kelakuan yang mana jika aku melakukannya. Allah dan orang-orang akan mencintaiku. Rasulullah menjawab pertanyaan tersebut: Jika demikian, tinggalkanlah dunia dan Allah akan mencintaimu, dan tinggalkan apa-apa yang orang-orang miliki, maka orang-orang akan mencintaimu.

Penjelasan hadits arbain nawawi 31 diatas erat kaitannya dengan bersedekah

Maksud dari meninggalkan dunia dalam hadits ini adalah tentang skala prioritas seseorang. Memang kita harus bergelut dengan dunia untuk mendapatkan maisyah guna menghidupi keluarga, memperlancar zakat dan bisa turut andil dalam perjuangan fii sabilillah. Namun, porsinya-lah yang harus kita perhatikan.

Jangan sampai karena kita sibuk dengan urusan dunia, lalu kita melupakan pentingnya kehidupan akhirat kita nanti. Jangan menukarkan akhirat dengan dunia, karena itu merupakan tindakan yang sangat merugikan diri sendiri. Itulah yang oleh banyak ulama dijelaskan sebagai definisi “meninggalkan dunia” dalam hadits arbain nawawi 31 ini.

Sedangkan yang dimaksud dengan meninggalkan yang dimiliki orang-orang agar orang-orang mencintai anda adalah lebih kepada sedekah. Pada dasarnya manusia selalu menyukai uang, harta benda dan hal yang berbau keduniawian. Perbanyak saja bersedekah dan fokuskan kehidupan anda untuk memberi kepada orang lain tanpa mengharapkan pemberian kembali dari orang lain. Dengan begitu insha Allah, banyak orang-orang akan mencintai anda karena sikap suka berbagi yang anda lakukan.

Nah, kira-kira itulah segelintir tips yang bisa kita pelajari dari hadits arbain nawawi nomor 31 diatas. Intinya adalah antara dunia dan akhirat haruslah berimbang. Jangan sampai kita terlalu sibuk menggeluti dunia hingga kita melupakan akhirat. Begitu pula kita terlalu getol dalam akhirat tanpa pernah mau berbagi kepada orang lain. Semoga kita selalu menjadi orang yang dicintai oleh Allah maupun orang-orang disekitar kita. Amiin.


Catatan Kaki

[1] H.R. 40 Hadis Nawawi no. 31

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY