Muhammadiyah Membuka Akademi Dai Digital, Kenapa?

0
395
Muhammadiyah membuka Akademi Dai Digital

Muhammadiyah Membuka Akademi Dai Digital – Kiai Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membuka Akademi Dai Digital yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Sabtu (21/6). Dalam amanahnya, Kiai Saad mengingatkan tentang semangat ayat ideologis Muhammadiyah, yaitu Surat Ali Imran ayat 104.

Melalui ayat tersebut ditemukan pula perintah bagi setiap muslim untuk berdakwah. Kiai Saad juga menyebutkan dapat disebut sebagai muslim yang sukses itu tidak cukup hanya sampai menjadi dai. Namun, harus bisa sampai menjadi amir yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Muhammadiyah Membuka Akademi Dai Digital

Menyinggung mengenai tema pelatihan Muhammadiyah membuka Akademi Dai Digital yaitu “Dakwah Transformatif di Era Digital”. Kiai Saad sangat berharap apabila ke depan era akan berubah lagi, maka sifat transformatif harus tetap melekat pada aktivitas dakwah Muhammadiyah.

Ia juga mengatakan andaikata era itu berubah lagi, maka sifat transformatif tersebut harus tetap menempel pada dakwah. Sebab, sekarang Sobat Cahaya Islam hidup di masa digital, maka hari ini tepat diadakan akademi digital.

1. Arus Informasi Semakin Cepat

Derasnya arus informasi yang semakin cepat didukung oleh adanya sains dan teknologi. Tentu, harus bisa direspon dengan baik oleh para dai Muhammadiyah. Cara merespon tersebut diantaranya harus dengan memperkuat literasi.

Literasi ini juga menjadi tumpuan utama dari Muhammadiyah. Sebab, kompatibel dengan situasi era atau zaman, literasi juga harus bisa memiliki landasan teologis yakni sebagai ayat pertama yang turun dalam Al Qur’an.

2. Muhammadiyah Memiliki Landasan yang Kuat

Dalam menghadapi era digital ini, para dai Muhammadiyah harus bisa memiliki landasan teologis yang kuat. Bahkan, Sobat Cahaya Islam perlu wawasan keilmuan yang luas, dan keterampilan teknologi mumpuni.

Tidak hanya untuk menjadi pengikut tren, namun juga mengarahkan arus zaman kepada nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

Kiai Saad juga menjelaskan apabila dakwah ini hanya mengejar popularitas atau follower, maka akan kehilangan arah. Namun, jika dakwah dibangun atas dasar tauhid dan ilmu, maka itu akan menjadi kekuatan perubahan yang sejati.

Muhammadiyah membuka Akademi Dai Digital

3. Pentingnya Dakwah Kreatif

Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muhammad Arifin telah menyampaikan pentingnya dakwah kreatif untuk dapat menyasar berbagai komunitas. Hal ini termasuk komunitas atau kelompok masyarakat virtual.

LDK sebagai salah satu gerakan sayap dakwah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya hadir di ruang-ruang nyata, tapi juga di jagat maya. Oleh karena itu, dai perlu memiliki bekal atau kemampuan untuk memproduksi konten yang distributif di dunia maya.

4. Melakukan Panen Raya di Kelompok Suku Baduy

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Arifin juga telah melaporkan bahwa LDK PP Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu melakukan panen raya di kelompok Suku Baduy. Hal ini sebagai salah satu bagian dari program pendampingan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan Muhammadiyah membuka Akademi Dai Digital terus diikuti peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari berbagai LDK. Misalnya saja seperti dari daerah Regional DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Lampung.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY