Korban penipuan – Seorang yang bertempat tinggal di Bogor berhasil memberikan iming-iming kepada ratusan orang dengan modus bisnis investasi fiktif dan pinjaman online. Sehingga ratusan orang kemudian menggunakan beberapa aplikasi pinjaman online dengan penawaran pembagian hasil 10 persen. Namun sayangnya ternyata ini merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh SAN.


Penipuan yang dilakukan oleh SAN ini kemudian terungkap. Ratusan orang yang dijanjikan keuntungan akhirnya harus menanggung tagihan pinjaman online tersebut sendiri. Ini tentu saja merugikan bagi banyak orang, terlebih kabarnya para korban yang terjerat iming-iming ini adalah mahasiswa IPB University. Bagaimana pandangan islam tentang penipuan ini?
Korban Penipuan Hingga Terjerat Pinjol, Ini Cara Menghindarinya Menurut Islam


Korban penipuan hingga terjerat pinjol ternyata memakan ratusan orang. Iming-iming yang diberikan membuat banyak orang tergiur untuk memperoleh keuntungan yang ditawarkan pelaku. Sayangnya, tak ada keuntungan apapun dan justru kerugian yang harus ditanggung. Dalam islam, melakukan penipuan jelas bukan tindakan yang benar. Ini sama halnya memakan harta yang bukan haknya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Dalam ayat Al Quran diatas menegaskan bahwasanya kaum muslimin dilarang memakan harta dengan jalan yang batil. Penipuan adalah salah satu cerminan bagaimana seseorang memakan harta orang lain dengan cara yang buruk dan diharamkan dalam islam. Namun terlepas dari itu, kita pun bisa lho menghindari tindak penipuan ini.
Bagaimana cara menghindari penipuan atau semacamnya menurut islam?
Selalu Bersyukur
Tahukah sobat CahayaIslam, beberapa pemicu kenapa kita mudah untuk diiming-imingi dan tergiur adalah karena kurangnya bersyukur. Itu sebabnya, selalu bersyukur menjadi kunci untuk menghindari hal-hal semacam ini. Berapapun rezeki yang Allah berikan, maka itu perlu untuk disyukuri agar kita tidak mudah tergiur.
Mengingat Bahwa Riba Itu Dosa
Untuk menghindari penipuan apalagi pinjaman online adalah dengan mengingat riba adalah dosa. Dengan menyadari bahwa apa yang kita lakukan dapat menimbulkan dosa besar, tentu saja kita akan sadar untuk menghindarinya. Berapapun keuntungan yang ditawarkan, pinjaman online atau semacamnya termasuk dalam perbuatan riba lho sobat CahayaIslam.
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).
Korban penipuan – hingga terjerat pinjaman online. Tentu saja ini merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh siapapun. Dalam hal ini, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penipuan yang tampak menggiurkan. Semoga kita semua dapat terhindar dari musibah semacam ini ya sobat CahayaIslam.
Catatan Kaki:
(1) – Surat An-Nisa’ Ayat 29
(2) – Surat Ar-Rum Ayat 39































