Mengucapkan Salam ke Orang Asing – Salah satu kesunnahan dalam Islam adalah mengucapkan salam kepada orang lain, baik yang kita kenal maupun tidak. Jika mengucap salam ke orang yang kita kenal adalah hal yang biasa dan wajar, bagaimana dengan mengucap salam ke orang yang tidak kita kenal? Pasalnya, Rasulullah pernah menjelaskan bahwa ada 6 hak muslim kepada muslim lainnya di mana salah satunya adalah:
إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ
“Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya.” (1)
Secara hukum, mengucapkan salam kepada sesama muslim adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Sedangkah menjawabnya adalah wajib.
Ucapkan Salam ke Orang yang Engkau Kenali dan Tidak
Suatu Ketika, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang amalan apa yang paling baik. Rasulullah menjawab bahwa di antara amalan yang paling baik adalah:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Memberi makan (ke orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam ke orang yang engaku kenali dan ke orang yang tidak engkau kenali.” (2)
Jadi, hendaknya kita mengucapkan salam ke siapapun sesama muslim. Bahkan, salah satu tanda kiamat adalah bahwa seorang muslim hanya mau mengucapkan salam ke orang yang ia kenali saja, sebagaimana hadits berikut:
مِنْ أَشْرَاط السَّاعَة أَنْ يَمُرّ الرَّجُل بِالْمَسْجِدِ لَا يُصَلِّي فِيهِ ، وَأَنْ لَا يُسَلِّم إِلَّا عَلَى مَنْ يَعْرِفهُ
“Di antara tanda kiamat ialah seseorang melewati masjid dan ia tidak pernah shalat di sana, lalu ia hanya mengucap salam ke orang yang ia kenali saja.” (3)
Menurut Ibnu Hajar, mengucap salam ke orang asing adalah tanda Ikhlas dalam beramal dan tanda tawadhu. Lain halnya jika ke orang kafir atau non-muslim, maka kita tidak boleh mengucapkan salam kepadanya, tapi tetap sebaiknya bertegur sapa.
Keutamaan Mengucapkan Salam ke Orang Asing: Mencapai Kesempuranaan Iman


Dari ‘Amar bin Yasir, ada sebuah Riwayat di mana Rasulullah menjelaskan bahwa ada tiga perkara yang jika seseorang punya ketiganya, makai ia telah mencapai kesempurnaan iman. Salah satu dari ketiga perkara tersebut adalah:
وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ
“Mengucapkan salam pada setiap orang.” (4)
Mengucapkan Salam Menimbulkan Rasa Cinta Sesama Muslim
Mengucapkan salam dapat menyatukan hati dan cinta sesame muslim, sebagaimana hadits berikut:
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan amalan yang jika kalian melakukannya, kalian akan salaing mencintai? Sebarkan salam di antara kalian!” (5)
Untuk aturannya, hendaknya orang yang berkendara memberi salam ke orang yang berjalan, dan orang yang berjalan memberi salam ke orang yang duduk. Atau, rombongan yang sedikit memberi salam ke rombongan yang banyak.
Referensi:
(1) H.R. Muslim 2162
(2) H.R. Bukhari 6236
(3) Fathul Bari 17/458
(4) Hisn al-Muslim 225
(5) H.R. Muslim 54


































