Ketum DPP LDII: TNI Kian Profesional Kawal 4 Pilar Kebangsaan Indonesia

0
338
Ketum DPP LDII

Ketum DPP LDII ikut menyambut hari jadi TNI yang ke-79 pada 5 Oktober 2024. Sejarah telah mencatat Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari rakyat pada saat negara genting.

TNI saat ini terus mengawal keamanan serta ketertiban bangsa dan negara Indonesia. Saat Orde Baru, TNI yang saat itu bernama ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) sudah jelas mempunyai doktrin Dwifungsi ABRI. Di mana turut menjadikan ABRI memasuki ranah sipil sebagai kepala daerah sampai menteri.

Sambutan Ketum DPP LDII

Menurut KH Chriswanto, profesionalitas TNI dalam mengawal Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta NKRI (4 Pilar Kebangsaan) telah teruji sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Kini, profesionalitas tersebut dihadapkan pada tantangan medan perang modern yang akan selalu berkembang,

Perang asimetris yang melibatkan proxy serta komunikasi, atau rembesan ideologi asing turut bisa mengganggu eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Semua itu sebenarnya menjadi tantangan tersendiri bagi Sobat Cahaya Islami.

1. Beradaptasi dengan Ancaman dan Tantangan Zaman

Ketum DPP LDII

Perang ekonomi ternyata mampu menghancurkan negara. Namun, ancaman serangan siber dan virus sebagai senjata, menjadikan TNI harus terus berkembang untuk bisa beradaptasi dengan ancaman dan tantangan zaman.

Chriswanto juga menunjuk kasus Perang Israel melawan aliansi Hamas, Hizbullah, serta Yaman. Atau Perang Rusia-Ukraina, di mana teknologi akan memungkinkan perang dalam pola unik, teknologi canggih yang mahal untuk bisa melawan teknologi berbiaya murah.

Perang Rusia-Ukraina ini nantinya akan melibatkan perang ekonomi dalam rupa saling embargo. Jadi, Kementerian Pertahanan Rusia juga nantinya akan diisi pakar ekonomi. Hal ini agar negara itu tetap selamat dalam perang berkepanjangan.

KH Chriswanto juga berpendapat bahwa hari ulang tahun TNI yang mengangkat tema “TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional Untuk Indonesia Maju”, menjadi suri teladan bagi elemen bangsa lainnya.

Jadi pembangunan ini harus berkesinambungan agar bangsa Indonesia terus maju. TNI juga melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

2. Mengikuti Perkembangan Teknologi

Ketum DPP LDII

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan bahwa poin penting dari TNI modern, yaitu mengikuti perkembangan teknologi. Di era modern, banyak sekali aspek pertahanan bergantung pada kecanggihan teknologi.

TNI sendiri tidak hanya perlu memiliki alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang mutakhir. Namun, juga personel yang terampil dalam mengoperasikan teknologi tersebut.

Singgih yang juga Ketum DPP LDII itu mengharapkan pemerintah untuk bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya standar kehidupan baik secara nasional maupun global.

Kesejahteraan yang memadai juga akan berkontribusi pada kesiapan serta semangat juang TNI untuk bisa melindungi negara. Beliau juga menekankan betapa pentingnya mempersiapkan Indonesia sebagai negara dengan pertahanan yang kuat.

Hal tersebut mencakup keberadaan personel militer yang terlatih. Di mana organisasi akan lebih rapi dalam komando dan koordinasi, serta peralatan alutsista nantinya tidak akan ketinggalan zaman.

Semua ini cukup penting untuk bisa memastikan bahwa Indonesia mampu mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul berdasarkan pendapat dari Ketum DPP LDII.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY