Kesetaraan gender dalam Islam, Wujud Perpecahan Bagi Umat

0
1139
kesetaraan gender dalam Islam

Kesetaraan gender dalam Islam – kemunculan topik pembahasan kesetaraan gender dalam Islam tentu membuat ambigu bagi kaum muslimin.

Sobat Cahaya Islam, adanya kemunculan para generasi muslim yang mendorong kesetaraan gender dalam Islam tentu mengkhawatirkan.

Sebab hal ini bisa saja menyebabkan umat merasa bahwa ciptaan Allah Ta’ala bukan hal yang patut disyukuri bahkan bisa menjadi hal yang merugikan bagi salah satu pihak.

Mengapa Isu Kesetaraan Gender dalam Islam sangat Mengkhawatirkan di Kalangan Muslimin?

Isu kesetaraan gender dalam Islam bukanlah hal yang baru di abad 21. Sebelumnya sudah banyak yang mempertanyakan dan mendiskusikan hal tersebut hanya saja berbeda cara penyampaiannya.

Namun, era sekarang yang dibarengi dengan kecanggihan teknologi menjadikan isu ini tersebar luas dan bahkan bagi orang awam terkesan seperti suatu topik yang mengesankan untuk diemban.

Mulai banyak yang mempertanyakan terkait posisi seorang wanita yang lebih sering merugi dibandingkan laki – laki.

kesetaraan gender dalam Islam

Walhasil, kesetaraan gender seringkali diidentikan dengan kehendak para wanita yang ingin melakukan pembelaan untuk menjadi setara dengan laki – laki baik dari segi pekerjaan, pendidikan dan hal lainnya.

Dalam Islam sendiri, porsi pembagian peran laki – laki dan wanita sudah adil. Namun memang cara untuk mencari jalan taqwa berbeda berdasar penyesuaian dengan gender masing – masing. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 195 yakni :

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ

Artinya : Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”

Justru hal inilah yang menjadikan Islam itu patut menjadi sebuah ad – diin sebab memayungi segala aturan yang berkaitan dengan fungsi laki – laki dan perempuan dalam kehidupan.

Faktor Penyebab Kemunculan Isu Kesetaraan Gender

Dalam perkembangannya, ada beberapa hal yang menjadikan isu tersebut bergulir sangat deras. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Kurangnya Iman

Pertama yakni kurangnya iman dalam diri seorang umat. Dampak dari kekurangan iman bagi umat sangatlah luas dan kacau. Salah satunya yakni mempertanyakan aturan yang Allah Ta’ala berikan. Sebenarnya, mempertanyakan ini adalah sebuah wujud kekritisan dalam diri umat.

Hanya saja, bila memang hal tersebut sudha tidak bisa dinalar secara logika, maka sejatinya sudah masuk dalam kehendak dan keilmuan Allah Ta’ala. Sehingga tak akan bisa digali meski dipertanyaan ribuan kali.

2.    Tidak Mensyukuri Nikmat Allah

Selain itu, ketidakpercayaan umat terhadap gender yang dimiliki menjadikan mereka kurang bersyukur akan pemberian Allah Ta’ala. Sebagai laki – laki, ada yang merasa dirinya terbebani dengan kewajiban mencari nafkah bagi keluarga.

Di sisi lain, perempuan juga merasa keberatan sebab harus hamil dan mengandung selama 9 bulan yang bisa saja menyebabkan bentuk badan berubah dan bahkan membuat perempuan tersebut menjadi berbeda.

3.    Bersifat Arogan terhadap Keilmuan yang Dimiliki

Selain itu, banyaknya aktivis muslim yang mendukung kesetaraan gender lantaran sikap arogan yang tumbuh dan bercokol dalam diri.

kesetaraan gender dalam Islam

Mereka menganggap bahwa kemampuan yang dimiliki murni dari hasil kerja keras tanpa bantuan dan takdir dari Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat luqman ayat 18 yakni :

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ࣖ

Artinya : Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Nah sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam Islam dan beberapa faktor penyebab kemunculannya.

Dengan adanya ulasan ini, besar harapan agar generasi tidak mudah terperdaya dan mengikuti arus jebakan yang menjauhkannya dari sang Pencipta.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY