Kepedihan Anwar Fuady, Patut Menjadi Renungan Bagi Umat Muslim

0
57
Anwar Fuady

Anwar Fuady – Beberapa hari yang lalu, artis senior Anwar Fuady harus merasakan duka serta kepedihan yang mendalam. Hal tersebut lantaran dirinya harus kehilangan dua orang terkasih yakni istri dan anak sulungnya lantaran terpapar Covid – 19.

Walaupun duka yang ia rasakan sangat mendalam, beliau tetaplah berusaha untuk ikhlas dengan takdir yang Allah SWT berikan.

Sobat Cahaya Islam tragedi yang Anwar Fuady alami bisa saja dialami oleh umat lainnya. Sehingga, umat senantiasa perlu untuk mempersiapkan diri akan kesabaran serta keikhlasan dalam hatinya.

Bagaimana Umat Menyikapi Tragedi yang dialami oleh Anwar Fuady?

Anwar Fuady

Sobat Cahaya Islam, apa yang Anwar Fuady rasakan bisa saja umat alami. Sehingga, umat perlu lebih sigap dan cekatan lagi dalam menyiapkan hati mereka masing – masing.

Kesiapan hati untuk kehilangan orang yang dicintai tentu tak bisa tertanam secara mendalam. Sebab membayangkan saja tak mungkin. Setiap umat selalu menginginkan kehidupan bahagia selamanya bersama orang – orang yang umat cintai.

Namun, umat tak sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Ketidaksadaran tersebut bisa saja terjadi lantaran umat terlena dengan kebahagiaan dunia yang ia jalani. Harta, jabatan, kasih sayang, banyak teman adalah beberapa aspek yang dapat melenakan manusia.

Eksistensi aspek tersebut sudah Allah SWT adalah salah satu firman Allah pada surat At Taubah ayat 24 yakni :

قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ ࣖ

Artinya : Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Dalam kandungan ayat tersebut, umat seharusnya menyadari bahwa keberadaan harta, jabatan maupun keluarga adalah ujian bagi manusia. Jika manusia terlena dengan salah satunya, maka umat bisa saja celaka.

Misal, umat lebih tersibukkan dengan kepengurusan harta. Saking sibuknya mengurusi harta dunia umat sampai terlupa untuk memperbanyak amalan ibadah.

Selain harta, anak juga terkadang bisa menjadikan umat terlena. Bagaimana tidak? Saking bahagianya dengan kelahiran maupun kesuksesan anak, umat bisa melalaikan dunia.

Maka dari itu, sebagai umat muslim perlu untuk selalu menyadari bahwa fasilitas, kemewahan maupun kebahagiaan yang Allah SWT berikan sifatnya sementara.

Umat tak akan pernah tahu kapan fasilitas itu akan Allah SWT ambil. Sehingga tidak ada jaminan bagi umat untuk merasa memiliki semua aspek tersebut seutuhnya.

Dengan demikian, umat akan lebih siap untuk kehilangan. Kehilangan seseorang yang umat cintai memang berat, namun umat akan semakin merasa terpuruk bila tak segera bersiap dengan bekal baik secara mental maupun fisiknya.

Bagaimana Strategi Agar Umat Bisa Siap dengan Rasa Kehilangan?

Anwar Fuady

Sobat Cahaya Islam, menanamkan perasaan ikhlas saat kehilangan bukanlah hal yang mudah. Namun, perasaan tersebut dapat tumbuh dengan beberapa kebiasaa yang umat lakukan. Berikut strategi agar umat tak patah hati saat merasa kehilangan di antaranya adalah :

Senantiasa Mengingat Bahwa Allah Ta’ala Sang Pengatur

Umat harus selalu meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah sang Pengatur bagi seluruh kehidupan makhluk di muka bumi. Hal ini harusnya bisa umat sadari sehingga perasaan memiliki seutuhnya akan keluarga, harta maupun jabatan akan sirna. Selain itu, umat juga perlu senantiasa untuk menggantungkan seluruh yang dimiliknya kepada Allah Ta’ala dan memanfaatkannya di jalan Allah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai tragedi yang Bapak Anwar Fuady rasakan serta strategi bagi umat secara umum agar tak patah hati saat kehilangan.

Semoga ke depan, umat dapat lebih belajar dari pengalaman umat terdahulu ketika kehilangan orang yang mereka kasihi. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY