Ayah Arbani Yasiz – Beberapa minggu ini, berita duka dari para selebgram seringkali datang termasuk berita dari kematian ayah Arbani Yasiz. Duka mendalam tentu Arbani rasakan. Namun, dirinya telah menerima dengan ikhlas ketetapan takdir yang Allah SWT berikan. Tentu, ada hikmah di berbagai peristiwa tersebut.
Sobat Cahaya Islam, kematian ayah Arbani Yasiz tentu dialami oleh umat lainnya juga. Sehingga sudah selayaknya setiap umat menjadikan kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Bagaimana Umat Menanggapi Kematian Ayah Arbani Yasiz?
Sobat Cahaya Islam, kematian ayah Arbani Yasiz hendaknya menjadi renungan bagi setiap umat yang masih bisa menapaki kehidupan dunia yang serba fana. Mengapa demikian? Sebab, kematian itu sendiri telah Allah SWT jamin dan termaktub dalam firman Alqur’an yakni dalam surat An Nisa ayat 78 :
اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
78. Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
Secara jelas, kandungan dalam surat tersebut menandakan bahwa umat haruslah meyakini bahwa tiap jiwa akan merasakan mati. Namun, kondisi kehidupan hari ini, seakan – akan menjadikan umat tak mampu untuk membayangkan kematian bahkan menyiapkan bekal.
Jangankan untuk membayangkan, mengingat mati saja rasanya umat sudah ketakutan. Inilah gambaran kehidupan akan kecintaan umat terhadap dunia dan ketakutan akan mati. Kondisi ini, memang telah Allah SWT sampaikan dalam hadits melalui lisan Rasulullah SAW.
Kehidupan serba bebas hari ini, menjadikan umat semakin mencintai dunia dan bertindak bebas berdasarkan segala pemikiran manusia. Padahal, tak semua yang manusia pikirkan sesuai dengan syariat Islam bukan? Alih – alih sesuai, malah menjadikan umat tersesat dan malah menyalahkan Islam.
Mengapa Umat harus senantiasa Mengingat Kematian?


Sobat Cahaya Islam, mengingat kematian adalah sebuah keniscayaan yang harus umat hadapi. Tentu, mengingat kematian akan seseorang ataupun diri sendiri bukanlah menjadi kondisi yang perlu diratapi. Namun, harus menjadi pengingat bagi umat agar selalu dapat beramal baik sesuai syariat Islam, bukan berdasarkan perasaan pribadi.
Sebab, hari ini umat lebih banyak melakukan sebuah aktivitas hanya berdasar keinginan diri sendiri. Selain karena faktor internalnya, umat juga sudah mulai terkondisikan oleh lingkungan serba bebas hari ini.
Bagaimana Mengembalikan Kondisi Umat agar senantiasa Mengingat Kematian?


Sobat Cahaya Islam, urgensitas mengingat kematian perlu untuk umat pahami segera. Sehingga umat yang lebih mengetahuinya dapat memberikan sebuah aktivitas pembiasaan untuk lingkungan sekitar agar umat dapat mengingat kematian.
Salah satu cara yang dapat umat jadikan sebagai aktivitas yakni sering melakukan ziarah kubur. Berziarah sangat dianjurkan bagi umat. Selain melakukan aktivitas ziarah, umat juga perlu untuk lebih sering bermuhasabah di malam harinya. Muhasabah ini dimaksudkan agar umat dapat senantiasa melakukan aktivitas kebaikan.
Selain itu, umat juga dapat senantiasa mengingat teman atau kerabat bahkan ulama’ yang lebih mendahului. Merenungi segala aktivitas kebaikan semasa hidupnya. Sehingga dengan demikian umat yang masih Allah SWT beri kesempatan hidup dapat berazzam untuk lebih menghargai hidup dan melaksanakan kebaikan.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kematian ayah Arbani Yasiz serta beberapa rekomendasi aktivitas agar umat senantiasa mengingat tentang kematian. Semoga ke depan umat dapat lebih menghargai hidup dan melakukan berbagai amalan kebaikan.
































