Kecanduan tontonan – Sobat Cahaya Islam, di era digital seperti sekarang, tontonan hadir tanpa batas. Dari drama, film, hingga video pendek, semuanya bisa diakses kapan saja. Sayangnya, tanpa disadari, kebiasaan ini sering berubah menjadi kecanduan tontonan dan pemborosan waktu. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan peringatan dan panduan agar waktu tidak terbuang sia-sia, karena waktu adalah amanah besar dari Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap detik waktu akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk bagaimana kita menggunakannya untuk hal yang bermanfaat atau justru sebaliknya.
Waktu sebagai Amanah dalam Islam
Sobat, Islam memandang waktu sebagai nikmat yang sangat berharga. Setiap muslim dituntut memiliki kesadaran manajemen waktu Islami agar hidupnya terarah dan bernilai ibadah. Ketika seseorang terlalu larut dalam tontonan, sering kali waktu shalat tertunda, tilawah berkurang, bahkan kewajiban utama terabaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan.”
(HR. Tirmidzi No. 2417)
Hadits ini mengingatkan bahwa pemborosan waktu, termasuk karena hiburan berlebihan, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Dampak Kecanduan Tontonan terhadap Iman
Sobat Cahaya Islam, kecanduan tontonan tidak hanya berdampak pada fisik dan mental, tetapi juga pada iman seseorang. Ketika hati terlalu sibuk dengan hiburan, maka kepekaan terhadap kebaikan akan menurun. Lama-kelamaan, seseorang bisa merasa berat untuk beribadah dan mudah lalai dari mengingat Allah.
Selain itu, banyak tontonan yang menyisipkan nilai bertentangan dengan ajaran Islam. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa filter, hal ini dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku. Pada titik ini, tontonan bukan lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi sumber kelalaian ibadah.
Pemborosan Waktu sebagai Ciri Kerugian
Islam mengajarkan keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab. Namun, ketika tontonan menyita sebagian besar waktu produktif, di situlah kerugian nyata terjadi. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar, bekerja, atau mendekatkan diri kepada Allah justru habis tanpa manfaat.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Ayat ini mengingatkan agar seorang muslim bersikap selektif, termasuk dalam memilih tontonan, agar hidupnya tidak terjerumus dalam kesia-siaan.
Tanda Lalai yang Perlu Diwaspadai
Sobat, ada beberapa tanda seseorang mulai terjebak dalam kecanduan tontonan. Di antaranya adalah menunda shalat karena ingin menyelesaikan satu episode lagi, tidur larut malam tanpa kebutuhan mendesak, serta merasa gelisah jika tidak menonton. Jika hal ini terjadi, berarti sudah saatnya melakukan evaluasi diri.


Rasulullah ﷺ bersabda:
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi No. 2317)
Hadits ini menjadi prinsip penting agar seorang muslim fokus pada hal-hal yang membawa manfaat dunia dan akhirat.
Cara Bijak Mengatasi Kecanduan Tontonan
Sobat Cahaya Islam, Islam tidak melarang hiburan secara mutlak. Namun, Islam mengajarkan kontrol diri dan niat yang lurus. Membatasi waktu menonton, memilih tontonan yang mendidik, serta mengutamakan kewajiban adalah langkah awal yang bisa dilakukan.
Selain itu, mengisi waktu dengan aktivitas positif seperti membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan memperbanyak dzikir akan membantu hati menjadi lebih tenang. Dengan begitu, kecanduan tontonan perlahan berkurang dan waktu pun kembali produktif.
Sobat, kecanduan tontonan dan pemborosan waktu adalah ujian nyata di zaman ini. Islam telah memberikan peringatan yang jelas agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Dengan kesadaran iman, pengendalian diri, dan komitmen memperbaiki kebiasaan, kita bisa menjadikan waktu sebagai ladang pahala, bukan sumber penyesalan.
Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya dan menjauhkan kita dari segala bentuk kelalaian. Aamiin.
































