Kebersihan sebagian dari Iman apakah hadis palsu – Annadhofatu minal iman kerap Sobat dengar dalam berbagai kampanye kebersihan. Saking populernya, banyak yang bertanya kebersihan sebagian dari iman apakah hadis palsu? Tentu Sobat harus berhati-hati terhadap ungkapan tersebut, apakah benar perkataan Rasulullah atau bukan. Jika itu merupakan dusta, maka akan menjadi dosa besar bagi pelakunya.
Penjelasan Kebersihan Sebagian dari Iman Apakah Hadis Palsu?
Ungkapan kebersihan sebagian dari iman banyak dianggap sebagai sebuah hadist. Padahal hadis annadhofatu minal iman tersebut merupakan hadis palsu. Bahkan saking palsunya, hadits tentang kebersihan sebagian dari iman, sehingga tidak ada dalam kitab.
Beberapa hadis palsu terkadang berasal dari buku cerita atau berasal dari kata-kata mutiara dalam bahasa Arab. Namun, bukan berarti ketika hadis tersebut palsu, lalu isinya salah. Meskipun kalimat tersebut bukan hadist, namun Islam memang mementingkan kebersihan. Kebersihan sebagian dari iman merupakan motivasi agar Sobat menerapkan hidup bersih.
Hadits shahih tentang kebersihan salah satunya yaitu:
“Kebersihan membawa kepada keimanan” 1
Berbicara mengenai kebersihan, Islam mengajarkan dan membahasnya secara detail dan lengkap. Kebersihan pada dasarnya memiliki peranan besar dalam syariat Islam. Tidak hanya sekedar kebersihan Islam mengajarkan tentang kesucian lebih tinggi dari kebersihan. Berikut ini beberapa makna kebersihan dalam pandangan Islam:
1. Kesucian Syarat Sah dari Ibadah
Kebersihan sebagian dari Iman apakah hadis palsu sudah terjawab. Bukan berarti ungkapan yang sering dianggap hadis tersebut salah. Bahkan banyak ibadah yang mensyaratkan kesucian baik dari sisi badan, pakaian hingga tempatnya. Seperti halnya sholat 5 waktu memiliki syarat syah dengan bersuci dari hadas besar maupun kecil.
2. Kesucian Lebih Tinggi dari Kebersihan
Banyak ayat-ayat Al Qur’an memuji Sobat yang selalu memperhatikan kebersihan dan kesucian. Hal ini menandakan bahwa ajaran kebersihan merupakan mendapatkan perhatian dalam Islam. Berikut ayat Al Qur’an yang membahas tentang kebersihan:
“Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” 2


Pendapat Ulama Tentang Hadis Dhaif
Kebersihan sebagian dari iman apakah hadis palsu sudah terbukti, sehingga Sobat tidak bisa bersandar pada ungkapan tersebut. Namun, kebenaran yang terkandung dalam ungkapan tersebut tidak bisa Sobat pungkiri. Syaikh Abdul Karim memberikan pandangannya terkait kebenaran hadis kebersihan tersebut.
Tersebarnya lisan-lisan an nadhofatu minal iman dan melestarikan ucapan tersebut memang tidak memiliki sanad sama sekali. Pendapat tersebut terdapat dalam Syarah Al Manzhumah Al Baiquniyyah. Adapun ungkapan yang mirip maknanya terdapat dalam hadist berikut:
“Kesucian/bersuci merupakan setengah/sebagian dari Iman.” 3
Islam mengajarkan tentang thaharah yang bermakna suci, bersih, dan kesucian badan ketika akan beribadah. Oleh karena itu, Islam memandang masalah thaharah merupakan masalah penting yang tidak bisa Sobat sepelekan. Adapun Islam mengajarkan hidup bersih dan menjaga kebersihan termasuk amal.
Kebersihan sebagian dari iman apakah hadis palsu sejalan dengan pendapat ulama Syaikh Abdul Karim. Islam memandang kesucian pada tiga hal, tidak terpaku pada kebersihan badan. Kesucian hati yaitu menjaga agar tidak mudah terkena penyakit hati, contohnya syirik, sombong, dan riya.
Kesombongan harus Sobat sucikan melalui pemahaman atau membaca Al Qur’an. Sebab, salah satu penyakit hati ini harus segera Sobat bersihkan dari kemusyrikan.
Kebersihan sebagian dari iman apakah hadis palsu sudah terbukti berdasarkan hadits. Walaupun termasuk hadits dhaif, namun memang ungkapan tersebut tidak salah. Islam memandang kesucian lebih tinggi dari kebersihan.
































