Istri Kiwil – Beberapa hari yang lalu, tagar istri Kiwil mulai meramaikan beberapa kanal media. Vidoenya pun tersebar dan menuai banyak kritikan dari para warganet. Jelas saja Ia banyak mendapat kritik sebab Ia terkesan merendahkan kaum wanita dengan yang diserupakan dengan mobil.
Sobat Cahaya Islam, menyamakan istri Kiwil dengan mobil tentu akan menyinggung perasaan para muslimah terutama yang juga menjadi istri dari pasangannya. Walaupun terkesan bercanda namun hal tersebut tentu saja mengundang para gender malah memiliki stigma negatif terhadap kaum perempuan.
Bagaima Sikap Umat Menyikapi Perkara Istri Kiwil tersebut?
Sobat Cahaya Islam, umat harus senantiasa memahami bahwa segala hal yang mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban.
Semakin banyak umat lengah dan asal dalam beraktivitas, maka hal tersebut akan menjadi celah umat untuk lebih lama berada dalam kesesatan.
Termasuk halnya dengan perkara istri Kiwil. Tak sepatutnya seorang pasangan memberikan candaan yang bisa saja berpotensi menyinggung istrinya.
Bagi seorang suami, istri adalah cerminan kehormatan diri. Semakin seorang suami menghargai kehormatan pasangannya, maka semakin berharga pula keluarga tersebut.
Dalam Islam, antar pasangan harus saling menghormati. Salah satu bentuk penghormatan kecil yang dapat umat lakukan yakni dengan memberi panggilan yang baik dan konten candaan yang tak sampai melukai hati.
Hanya saja, kondisi ideal tersebut nampaknya sulit untuk diterapkan dalam keluarga muslim. Pasalnya, kecanggihan teknologi hari ini secara tidak langsung malah memberi pendidikan negatif terkait kekeluargaan.
Masalah keluarga yang harus tersimpan rapat, dengan adanya sosial media malah semakin tersebar dan menimbulkan kekacauan.
Bahkan keluarga yang harusnya dapat bersatu kembali, malah semakin berpisah selamanya hanya karena intervensi warganet dalam keluarga tersebut.
Maka dari itu, penting bagi umat terutama publik figur untuk berhati – hati dalam berucap. Sebab, segala perkataannya tentu akan menjadi bahan perbincangan maupun konten bagi para karyawan yang bekerja di bidang media bukan?
Semakin ganjil perkataan maupun perbuatan yang publik figur lakukan, maka semakin gencar pula media memberitakan. Naudzubillah. Bagaimana bila yang tersebar adalah aib?
Tips Berpendapat Mengenai Pasangan
Sobat Cahaya Islam, agar tak terjadi kekacauan bersama pasangan, penting bagi umat untuk mengerem segala perkataan maupun ketika menanggapi pasangan terkait sang istri.
Pikirkan yang Terbaik
Salah satu hal yang dapat umat lakukan yakni jangan pernah memikirkan hal terburuk dari pasangan ketika mendapat pertanyaan mengenai kondisi sang istri. Selalu pikirkan karakter baik yang pasangan miliki.
Dengan demikian, umat akan terbantu untuk mengolah kata – kata maupun ucapannya. Sebisa mungkin juga, umat harus cerdik dalam memilih berbagai diksi agar kehormatan keluarganya tetap terjaga.
Tak pantas rasanya bila umat yang memiliki pasangan harus mengumbar masalah maupu kebahagiaannya di sosial media.
Diam adalah pilihan yang bijak sebagaimana hadits Rasulullah SAW yakni :
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ. قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ.
Artinya : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)
Hal tersebut tentu akan menjadikan mereka malah berbangga diri. Padahal, berbangga diri itu tak boleh.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Istri Kiwil yang harus menelan pil pahit karena disamakan dengan mobil.
Semoga kedepan umat terutama para publik figur dapat lebih baik dalam mencari diksi agar media tak salah menafsirkan perkataan dan perbuatan mereka. Aamiin Yarobbal ‘alamiin.
































