Pollycarpus Meninggal, Pentingnya Mengingat Kematian bagi Umat Islam

0
32

Pollycarpus – Tokoh yang diduga terlibat dalam pembunuhan Munir aktivis HAM yang merupakan mantan pilot pesawat Garuda meninggal dunia. Menurut penyelidikan yang beredar ia meninggal karena terpapar virus Covid-19.

Seseorang yang bernama lengkap Pollycarpus Budhari ini, sebelum meninggal tepatnya di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta sekitar pukul 14:52 WIB, dia ternyata telah menjalani perawatan selama 16 hari melawan virus Corona yang mematikan.

Sobat Cahaya Islam, kematian pasti menghadang kehidupan setiap harinya. Tidak pandang muda atau tua, sakit atau sehat, ataupun status lainnya. Oleh karena itu, mengingat kematian perlu dilakukan.

Perlahan dilatih dengan cara melihat dunia sekitar, bertanya ke rumah sakit, membaca berita, berziarah kubur, serta mendoakan kerabat maupun keluarga yang telah meninggal.

Untuk lebih jelasnya terkait mengapa mengingat kematian itu penting. Mari kita telusuri bersama alasannya sembari melatih diri.

Alasan Mengingat Kematian seperti yang Dialami Pollycarpus itu Penting

Berikut beberapa alasan mengingat kematian perlu dilatih dan dilakukan setiap muslim apapun statusnya.

  1. Kematian adalah Jodoh yang Pasti

Umur manusia telah ditetapkan terlebih dahulu oleh Allah SWT sebelum lahir. Jadi sudah dipastikan kematian adalah hal yang pasti terjadi, itu jodoh namanya, yang kadang tidak disangka tapi jadi kenyataan.

Terkait kematian yang pasti terjadi itu telah dinaskan dalam Al-Qur’an surah Al- ‘Imran ayat 185.

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Intinya setiap yang bernyawa, makhluk yang hidup pasti akan merasakan kematian nantinya.

  1. Tidak Ada yang Tahu Kapan Datangnya

Kematian adalah misteri tersendiri, sehingga waktu kapan seseorang mati adalah rahasia. Bersiap-siap diri dengan mengingatnya adalah bijaksana. Pasalnya, memang sudah ketentuan Allah SWT, jikalau kematian seseorang tidak diberi tahu.

Hanya saja, ada beberapa yang bisa menjadi penanda kematian tetapi tidak mutlak, seperti adanya uban rambut, kulit yang mulai keriput, mata tidak lagi awas, telinga kadang tidak bisa menangkap suara dan lainnya.

  1. Hanya Amal yang Dibawa

Harta, anak, atau kekuasaan tidak akan dibawa ketika manusia tiba ajalnya. Hanya amal saja yang akan menemani. Oleh karena itu, selama masih diberi waktu untuk menghirup udara masih itu berarti masih ada peluang untuk berburu amal kebaikan.

Ingat ada tiga amal yang tidak akan putus manakala seseorang meninggal, yakni amal jariyah, anak yang soleh dan salihah, serta ilmu yang bermanfaat.

  1. Agar tidak Terlarut dengan Dunia

Rasa ingin karena nafsu tidak akan habis bila dituruti terus menerus. Apabila dengan melihat dunia yang berkelimpahan, bersama kebahagiaan yang sifatnya sementara dan kadang hanya fatamorgana alias tipu daya semata.

Mengingat kematian setidaknya bisa mengerem terlalu condong dengan dunia, yang bisa melupakan manusia mengingat Allah SWT.

  1. Sebagai Pencegah Berbuat Buruk

Sebagai seorang muslim tentu tahu bila di alam kubur ada siksa dan nikmat kubur. Jika manusia mengingat kematian otomatis berpikir panjang lebar untuk melakukan keburukan. Sebab takut akan siksa kubur yang nyata adanya.

Sobat Cahaya Islam, lima alasan pentingnya mengingat kematian tersebut semoga bisa terus terngiang di benak kita. Serta bisa mengamalkan berbagai kebaikan untuk bekal kematian seperti yang barusan terjadi pada Pollycarpus. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY