Insentif Nakes di Medan Belum Dibayarkan, Hati-Hati Menahan Hak Orang Lain!

0
128
Insentif Nakes di Medan

Insentif Nakes – Sejumlah tenaga kerja kesehatan di RS Pirngadi Medan, Sumatera Utara saat ini sedang memperjuangkan insentif yang menjadi hak mereka. Mereka mengungkapkan perasaan kecewa dimana hak mereka belum juga dibayarkan disaat mereka dengan setulus hati menangani pasien kasus covid-19. Salah satu nakes juga mengaku bahwa sebelumnya dijanjikan bahwa insentif ketiga akan diterima di bulan Oktober, kemudian dijanjikan di bulan November. Namun hingga hari ini belum juga ada titik terang.

Insentif Nakes di Medan

Uang insentif yang seharusnya diterima oleh tenaga kesehatan ini sebanyak tiga bulan, namun sejumlah nakes di RS Pirngadi Medan ini hanya menerima sebanyak dua bulan saja. Tentu saja ini tidak sesuai sehingga mereka terus menagih insentif yang menjadi hak mereka agar dibayarkan. Dalam islam sendiri, menunda atau menahan hak orang lain tentu saja sudah termasuk bentuk penyimpangan terhadap ajaran islam. Sehingga ini tidak dibenarkan.

Insentif Nakes di Medan Belum Dibayarkan! Hati-Hati Menahan Hak Orang Lain, Ini Hukumnya Dalam Islam

Insentif Nakes di Medan

Insentif nakes di RS Pirngadi Medan belum dibayarkan, sehingga para tenaga kesehatan terus memperjuangkan hak mereka. Dalam masa pandemi saat ini, arus ekonomi memang mengalami banyak penurunan. Itu sebabnya, sungguh beruntung orang-orang yang masih terus bekerja. Namun tentu saja menjadi tenaga kesehatan memiliki banyak resiko lho. Maka dari itu, peran tenaga kesehatan patut diapresiasi dan seharusnya mendapatkan hak yang sesuai.

Lalu bagaimana dengan hak insentif yang belum dibayarkan?

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Dalam ayat ini ditegaskan bahwasanya Allah melarang kaum muslimin untuk memakan hak orang lain dengan cara yang batil. Dan artinya, menunda atau menahan hak orang lain adalah perbuatan yang dilarang dalam islam. Lalu kenapa kaum muslimin harus berhati-hati untuk tidak menunda hak orang lain?

Termasuk Perbuatan Keji

Menunda atau menahan hak orang lain sama saja memakan harta dengan cara yang batil lho sobat CahayaIslam. Maka itu, ini termasuk perbuatan yang keji. Dan bagi kaum muslimin yang melakukan perbuatan ini tentu akan menuai balasan dari Allah SWT. Sementara balasan Allah itu sangatlah pedih. Naudzubillah.

Menjadi Sebab Masuk Neraka

 Memakan harta orang lain adalah perbuatan zalim dan keji. Selain menyimpang dari ajaran islam, ini juga menjadi sebab perbuatan dosa besar. Sehingga balasannya adalah masuk neraka. Bagi orang yang dalam hidupnya menunda atau memakan harta orang lain maka surga akan haram baginya. itu sebabnya kaum muslimin harus berhati-hati dalam berperilaku.

Penyempit Jalan Rezeki

Jika kita menunda atau menahan hak orang lain, Allah juga akan menahan apa yang menjadi rezeki kita lho sobat CahayaIslam. Apalagi masing-masing makhluk di dunia ini sudah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Itulah kenapa kita dilarang untuk merasa iri apalagi sampai memakan rezeki yang seharusnya menjadi hak orang lain.

Insentif nakes – yang kabarnya masih belum dibayarkan masih terus diperjuangkan. Bagaimanapun, hak orang lain tidak boleh ditunda-tunda atau ditahan. Bukan hanya pertanggung jawaban kepada orang lain saja, namun juga dengan Allah SWT. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan zalim dan keji ya sobat CahayaIslam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 188

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY