Cara Taubat Dosa Zina Dalam Islam, Ini Langkahnya

0
1014
Taubat dosa zina dalam Islam

Taubat dosa zina dalam Islam – Sobat Cahaya Islam, dosa zina merupakan salah satu dosa besar dalam Islam yang punya konsekuensi serius baik di dunia maupun di akhirat. Namun, Islam ialah agama yang penuh rahmat. Taubat dosa zina dalam Islam selalu terbuka bagi setiap hamba-Nya yang ingin kembali kepada jalan yang benar.

Oleh karena itu, mari ikuti panduannya dalam ulasan di bawah ini. Meski ini bukan cara yang pakem, tetapi ini bisa jadi petunjuk general agar diterimanya taubat.

Apa Saja Dampak dari Zina?

Zina merupakan perbuatan yang sangat terlarang dalam agama Islam dan punya dampak yang sangat buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut ini beberapa dampak zina yang perlu kita ketahui, sehingga memang harus tahu bagaimana taubat dosa zina dalam Islam.

  • Pelaku zina akan kehilangan harga diri dan martabat di mata masyarakat. Mereka akan dicap sebagai orang yang tidak bermoral dan berdosa.
  • Zina bisa merusak hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Sebab, kepercayaan orang lain akan hilang dan sulit untuk dipulihkan.
  • Pelaku zina berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, gonore, dan sifilis. Penyakit ini bisa mengakibatkan beragam komplikasi kesehatan yang serius.
  • Zina bisa mengakibatkan perasaan bersalah, malu, dan depresi yang berkepanjangan. Hal ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dan produktivitas.
  • Dalam beberapa kasus, zina bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Nah, hal ini bisa berujung pada masalah ekonomi dan sosial yang kompleks.
  • Zina jadi salah satu dosa besar yang sangat dimurkai oleh Allah SWT, sehingga pelaku zina akan memperoleh siksa yang pedih di akhirat.

Apalagi sudah Allah berikan peringatan dalam Al Quran mengenai hukum dosa Zina .

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ﴿٦٨﴾ يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ﴿٦٩﴾ إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya:

“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan Allâh dengan sembahan lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allâh kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berZina dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti oleh Allâh dengan kebaikan. Allâh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” 1


Cara  Taubat Dosa Zina Dalam Islam

Taubat yang sebenar-benarnya taubat atau biasa disebut dengan nasuha ialah taubat yang sejati dan ikhlas. Di mana seorang hamba benar-benar menyesali perbuatan dosanya, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dan berusaha memperbaiki diri.

Adapun langkah-langkah bertaubatnya bisa Sobat ikuti dalam list di bawah ini.

  1. Langkah pertama adalah mengakui sepenuhnya bahwa perbuatan zina adalah dosa besar yang telah melukai hati Allah SWT.
  2. Rasa penyesalan harus muncul dari dalam hati. Sehingga, seorang pelaku zina harus benar-benar menyesali perbuatannya dan merasakan sakitnya hati Allah SWT.
  3. Setelah menyesal, langkah selanjutnya ialah bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan zina lagi. Tekad ini harus diiringi dengan usaha nyata untuk menghindari segala godaan yang dapat mengarah pada perbuatan zina.
  4. Seorang pelaku zina harus terus-menerus memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa taubat dapat dibaca secara rutin, baik secara pribadi maupun berjamaah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin:

“Allāhummaghfir lī khathī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Allāhummaghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha’ī wa ‘amdī,”

“Wa kullu dzālika ‘indī. Allāhummaghfir lī mā qadamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī,”

“Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīrun,”

Artinya:

“Ya Alllah ya Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatanbatasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku,”

“Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku,”

“Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku,”

“Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa ata segala sesuatu.”

  1. Taubat dosa zina dalam Islam  tidak hanya berhenti pada penyesalan dan doa, tetapi juga harus diikuti dengan upaya memperbaiki diri. Pelaku zina bisa menaikkan keimanannya dengan rajin beribadah, mempelajari ilmu agama, dan bergaul dengan orang-orang saleh.
  2. Islam mengajarkan untuk menutupi aib diri sendiri. Pelaku zina sebaiknya tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain, kecuali kepada orang yang dapat dipercaya untuk memberikan nasihat.

Taubat dosa zina dalam Islam  adalah jalan kembali kepada Allah SWT. Dengan taubat yang sejati, seorang pelaku zina dapat meraih ampunan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam jangan pernah melakukan dosa zina, dan apabila sudah terlanjur maka janganlah ragu untuk segera bertaubat dan memperbaiki diri.


  1. [al-Furqân/25: 68-70] ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY