Impostor Disamakan dengan DPR? Simak Pandangannya dalam Islam

0
20

Impostor – Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disahkan 5 Oktober lalu di rapat paripurna DPR menuai banyak pro kontra. Pengesahan UU Cipta Kerja ini tengah viral di lini masa twitter dengan tagar #DPRIMPOSTOR.

Tagar tersebut diibaratkan seperti karakter impostor dalam game Among Us yang sedang populer dimainkan saat ini. Karakter itu merupakan sosok pengkhianat yang berpura-pura baik padahal diam-diam akan menggagalkan misi dengan cara menghabisi semua anggota crewmate.

Crewmate sendiri ialah kelompok di sisi baik. Tugasnya bahu membahu memperbaiki kerusakan pada pesawat yang sedang ditumpanginya.Game Among Us bisa dimainkan empat hingga sepuluh pemain. Keseruan dalam game ini pemain harus saling tuduh siapa pengkhianat di pesawatnya.

Berbicara mengenai pengkhianat, dalam Islam sendiri sifat khianat merupakan sifat terlaknat yang bisa menghancurkan seluruh umat. Bahkan sifat ini sebanding dengan perbuatan maksiat.

Sobat Cahaya Islam, khianat merupakan lawan dari amanah. Dan Allah sudah menyiapkan janji-janjinya bagi orang-orang yang berbuat khianat.

Impostor dan Janji Allah Terhadap Orang yang Berkhianat

Nabi SAW menegaskan bahwa amanat adalah tanggung jawab yang begitu besar. Tidak hanya ditanggung oleh seorang pemimpin dan mukmin saja, karena setiap orang ialah pemimpin dirinya sendiri.

Bahkan saat Allah SWT menawarkan amanat pada langit, bumi dan gunung-gunung mereka menolaknya. Karena amanah merupakan tugas yang amat berat dan semua isi bumi khawatir akan mengkhianatinya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal:27)

Kemudian amanat pun diemban oleh manusia. Meskipun manusia bersifat amat dzalim dan bodoh.

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”(QS Al-Ahzab:72)

Rasulullah SAW dalam hadistnya berpesan bahwa orang-orang yang menyia-nyiakan amanat ialah orang yang munafik. Dan orang munafik akan ditempatkan di neraka.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka” (QA An-Nisa:145)

5 Macam Bentuk Pengkhianatan

  1. Khianat kepada Allah dan RasulNya

Melakukan perbuatan yang dilarang Allah merupakan sifat khianat karena taat kepada hukum yang diciptakanNya merupakan kemutlakan dan tidak bisa ditawar lagi. Jika melanggar maka akan mendapat azab yang berat baik di dunia maupun di akhirat.

  1. Berkhianat dengan ilmu

Bentuk khianat dalam ilmu yaitu seperti memalsukan hadist-hadist Al Quran, memalsukan fakta sejarah, dan menyembunyikan ilmu pengetahuan. Sifat-sifat itu merupakan sifat kaum Yahudi yang dilaknat oleh Allah SWT.

  1. Membuka aib orang lain

Allah mengutuk seorang muslim yang membeberkan aibnya kepada saudaranya sesama muslim. Imam An-Nawawi menegaskan, yang dimaksud menjaga aib ialah kepada orang yang tidak dikenal dengan keburukan.

Sementara orang yang dikenal dengan keburukan dan merusak maka dianjurkan untuk tidak menutup aibnya. Karena dikhawatirkan akan melakukan kerusakan yang lebih besar lagi.

  1. Mengingkari janji

Orang yang mengingkari janji adalah sifat kaum munafik. Sifat ini banyak dibahas di dalam ayat-ayat Al Quran. Allah SWT berjanji pada orang yang amanah akan dijadikan penghuni surga.

  1. Berkhianat kepada suami atau istri

Dalam kehidupan suami istri, banyak sekali bentuk pengkhianatan yang sering dijumpai dalam kehidupan. Seperti membuka rahasia suami atau istri pada orang lain, berkhianat dalam harta, dan berselingkuh.

Dalam Islam perselingkuhan dekat dengan perzinahan. Bahkan dalam hadist Rasulullah SAW haram hukumnya memandang lawan jenis lain, berbincang, bertemu apalagi melakukan hubungan badan dengan lawan jenis lain.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang yang berselingkuh untuk menebus dosanya maka di dunia ia harus dilempari batu hingga mati. Sedangkan di akhirat ganjarannya ialah di neraka.

Demikian penjelasan mengenai impostor yang bersifat khianat dan hukumnya dalam Islam. Semoga kita tidak termasuk dalam golongannya, na’udzubillahimindzalik.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!