Hujan Ternyata Punya Banyak Hikmah Bagi Kita, Apa Saja?

0
33

Hujan – Kembali mengguyur di bumi Indonesia, akhir-akhir ini sering kita temui mendung menggantung pertanda akan turun air dari langit. Air yang hanya akan turun atas kehendak-Nya. Meskipun dalam perkiraan musim secara umum di Indonesia, musim penghujan terjadi di bulan Oktober sampai April.

Perkiraan dan pemikiran atas penelitian-penelitian manusia, tidak selamanya dapat dibenarkan, terbukti ketika alam berbicara melalui hujan yang turun di bulan Agustus seperti sekarang. Kapan pun turunnya air dari langit tentu memiliki hikmah (makna yang terkandung dalam suatu peristiwa)  yang tersembunyi maupun yang tampak.

Hikmah Diturunkan Hujan

  1. Bentuk Kekuasaan Allah

Bentuk kekuasaan Allah SWT yang menurunkan air dari langit, dengan segala curah yang tidak bisa diprediksi secara detail. Sebab Allah SWT lebih tahu dari segala yang ada di penjuru muka bumi ini. Walaupun, negara Cina pernah menemukan hujan buatan. Tetap saja berbeda, dan jauh dari kuasa yang sebenarnya.

  1. Waktu Mustajab

Sobat Cahaya Islam, pasti sering dengarkan? Tentang perihal waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana dalam hadis  dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Dua doa yang tidak akan ditolak: [1] doa ketika adzan dan [2] doa ketika ketika turunnya hujan.” HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078

Oleh karena itu, panjatkan doa ketika waktu-waktu mustajab itu, bisa jadi ketika berdoa di waktu itu, hajat yang diminta dan telah sekian lama diharapkan dapat dikabulkan.

  1. Membawa Rahmat

Rahmat yang turun dapat ditandai melalui guyuran air dari langit, sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Sehingga, tumbuh berbagai macam pepohonan, tercukupinya kadar air yang digunakan untuk kebutuhan hidup manusia, hewan, dan juga tumbuhan.

Petani yang biasanya harus menyirami tanamannya, mempunyai waktu lebih sebab sudah langsung disirami dari langit. Apa itu bukan rahmat? Tentu rahmat yang tidak ternilai.

Maka jelas tidak diperkenankan untuk berujar yang tidak baik terkait rahmat ini seperti: “Ah kenapa malah turun”, “Jadi basah kuyup bajuku”, “ Oh tidak, jemuran kapan keringnya kalau begini terus”, “Becek di mana-mana, udah tidak punya payung lagi”, “Aku jadi tidak bisa kumpul-kumpul bareng teman”.

Ujaran seperti itu menandakan minimnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Stop ujaran yang seakan-akan menyalahkan air yang turun dari langit.

  1. Sebagai Alat untuk Bersuci

Tiba-tiba air PDAM mati, bak di kamar mandi tidak sampai dua kulah, atau sedang berada di luar rumah tidak tahu tempat bersuci, sedangkan kalian ingin segera menunaikan sholat. Pada waktu itu juga, terlihat guyuran air dari langit, kalian dapat memanfaatkan untuk wudhu.

Di antara air yang suci sekaligus menyucikan yakni air yang turun dari langit, yang dapat digunakan untuk membersihkan diri dari najis dan hadas, dapat digunakan berwudhu sebagai satu langkah untuk menjalankan ibadah sholat.

  1. Pertanda Azab karena Perilaku Maksiat

Bukan hanya pertanda kebaikan saja yang diisyaratkan lewat turunnya air dari langit, pertanda burukpun bisa jadi terjadi, sebagai akibat tindakaan maksiat untuk memberikan peringatan berupa azab. Terkait hal itu merupakan rahasia Yang Maha Tahu. Wallahu a’lam bish shawab.

Sobat Cahaya Islam lima hikmah diturunkan hujan itu semoga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi kita agar senantiasa berdoa bila air yang turun dari langit adalah rahmat dari Allah SWT.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!