Ujian Terberat Jadi Orang yang Berakhlak Mulia

0
105
Ujian Terberat Jadi Orang yang Berakhlak Mulia

Orang yang Berakhlak Mulia – Tidak mudah untuk bisa menjadi orang yang punya akhlak terpuji atau mulia. Selain usaha yang Panjang, ada akan ada banyak ujian berat yang harus kita lalui. Pasalnya, akhlak mulia menandai sempurnanya iman seseorang.

Kemuliaan Akhlak Tanda Kesempurnaan Iman

Dalam suatu kesempatan, Rasulullah pernah berpesan kepada umat Islam:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya.” (1)

Jadi, meskipun seseorang beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul, hari kiamat, dan taqdir, belum sempurna imannya jika akhlaknya masih buruk. Begitu juga jika seseorang yang melakukan shalat, puasa, zakat, dan haji, namun akhlaknya beluk baik, maka keimanannya masih ada yang cacat. Oleh karena itu, hendaknya seseorang menyempurnakan imannya dengan berperilaku baik, bukan hanya kepada Allah tapi juga sesama manusia dan makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya.

Tantangan untuk Jadi Orang yang Berakhlak Mulia

Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin, Imam Al-Ghazali meyebutkan bahwa untuk menuju akhlak mulia, seseorang harus menghadapi ujian dan tantangan yang berat. Di antara ujian dan tantangan tersebut, yang paling berat ialah sabar atas perlakuan orang lain, terutama yang tidak menyenangkan.

Beliau mengatakan:

“Ujian terberat untuk berakhlak mulia ialah bersabar atas tindakan yang tidak menyenangkan & menerima tindakan kasar orang lain. Sebab orang yang mengadukan buruk akhlak orang lain menunjukkan buruknya akhlak seseorang. Pasalnya, akhlak mulia mengharuskan seseorang untuk menanggung perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan.”

Teladan Akhlak Mulia dari Rasulullah

Ada sebuah hadits yang menceritakan perlakuan kasar dari seorang Badui kepada Rasulullah. Badui itu menarik selendang Rasulullah dengan kasar hingga membekas pada leher Beliau. Selain tidak marah, Rasulullah langsung memaafkan Badui tersebut. Tak hanya itu, beliau memberi senyuman kepadanya.

Dalam Riwayat lain, Rasulullah merespon kekerasan kaum Quraiys yang kian meningkat. Dalam situasi tersebut, Rasulullah justru mendoakan mereka:

‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

“Ya Tuhanku, ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang belum mengerti.” (2)

Saking mulianya akhlak Rasulullah ini, Allah pun dalam Al-Qur’an sampai memuji dan menegaskan beliau sebagai orang yang berakhlak mulia. Mudah-mudahan, kita semua dapat meneladani sifat dan akhlak beliau, meski tidak mungkin bisa sama persis. Aamiin.


Referensi:

(1) Sunan Abi Dawud 4682

(2) Sahih al-Bukhari 3477

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY