Hujan Cacing di China Ternyata Hoax, Begini Cara Islam Menyikapinya

0
1137
hujan cacing di China

Hujan Cacing di China – Di dunia ini banyak fenomena alam yang menghebohkan seluruh dunia. Fenomena alam yang menghebohkan terbaru, ada hujan cacing di China.

Sontak saja fenomena hujan cacing yang terjadi di China menghebohkan semua orang di banyak negara. Fenomena hujan cacing tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Fakta Terkait Hujan Cacing di China

Fenomena hujan cacing di China berasal dari video viral yang beredar di internet. Berdasarkan penelusuran, ternyata hewan yang tampak turun dari langit bukanlah cacing.

Dalam narasi video yang tersebar, ada himbauan agar masyarakat mencari tempat berlindung dan memakai payung untuk aktivitas sehari-hari. Namun ternyata fenomena yang terjadi tidak seperti di dalam narasi videonya.

Pasalnya seorang pengguna Twitter merespon video yang beredar dan mengatakan bahwa di dalam video bukanlah cacing. Ia mengatakan bahwa itu merupakan bunga pohon Aspen atau disebut sebagai bunga Poplar yang berbentuk panjang-panjang.

Seorang selebgram yang kerap membuat konten tentang cek fata video viral turut menjelaskan bahwa itu merupakan bunga.

Menurut informasi yang beredar, bunga tersebut biasa jatuh secara musiman serta tertiup angin. Bunga ini juga terbang ke mana saja saat cuaca mulai hujan disertai angin.

Hoax Menurut Islam

Sobat Cahaya Islam, informasi  berita hoax seperti hujan cacing di China bukan hanya terjadi kali ini. Sebelumnya banyak sekali informasi hoax yang berupa gambar atau video dengan narasi tersendiri.

Namun setelah ditelusuri, ternyata informasi yang tersebar rupanya hoax alias kebohongan. Padahal islam merupakan agama yang bersih dan mengajarkan umatnya untuk menjunjung tinggi kejujuran.

Karena itulah, berita hoax wajib dihentikan sekarang juga agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Selain itu, umat islam dan manusia harus senantiasa menghentikan penyebaran berita hoax demi terciptanya kedamaian.

Solusi Al Quran dalam Mengatasi Informasi Hoax

Al Quran merupakan pedoman untuk manusia dan memberikan petunjuk serta solusi dalam kehidupan semua orang. Setiap masalah yang relevan, Al Quran merupakan rujukan terbaik dalam menjawab semua tantangan.

Maraknya penyebaran berita bohong atau hoax di sosial media merupakan sikap serta perbuatan yang tak terpuji. Al Quran memberikan solusi dalam mengatasi hoax yang tersebar di sosial media, antara lain:

1.                  Tawaqquf

Cara pertama untuk menangkal berita hoax dalam Al Quran adalah Tawaqquf. Sebagai informasi, tawaquf adalah sebuah sikap atau perbuatan menahan diri agar tak langsung percaya ataupun menolak suatu berita.

hujan cacing di China

Dalam QS Al Isra ayat 36, Allah SWT berfirman:

 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak miliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dna hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.”

Karena itulah setiap Anda menerima berita atau informasi, maka tak boleh terburu-buru meyakini sebuah berita yang valid.

2.                  Tabayyun

Al Quran mengajarkan para orang beriman untuk bersikap cerdas, kritis, dan selektif meneliti yang disebut sebagai tabayyun. Adapun perintah tabayyun penting terutama saat adanya perpecahan umat karena prasangka yang semakin menguat.

hujan cacing di China

Allah SWT berfirman dalam QS Al Hujurat ayat 6 yakni:

 “Wahai orang-orang yang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka periksalah supaya kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadannya, sehingga jadilah kalian menyesal atas apa yang telah kalian lakukan itu.”

3.                  Tajannub Al Zhann

Berikutnya Anda juga bisa bersikap Tajannub Al Zhann, yakni sikap menjauhi prasangka atau asumsi. Dalam QS Al Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman:

 “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Dalam ayat tersebut, muslim tak boleh berprasangka buruk seperti menyebarkan berita hoax karena prasangka yang dimiliki.

Itulah beberapa cara menurut Al Quran agar manusia tidak termakan informasi hoax seperti hujan cacing di China. Dengan mengikuti cara-cara tersebut, besar harapan agar Sobat Cahaya Islam tidak termakan berita hoax.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY