Anak adalah Fitnah – Punya anak banyak dan ekonomi yang mapan adalah kebahagiaan yang sempurna. Dengan adanya anak dan harta, hidup terasa lengkap dan indah. Namun di balik itu semua, Allah mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa keduanya adalah fitnah di dunia. Apakah sobat Cahaya Islam tahu maksudnya?
Dalil Tentang Harta dan Anak Adalah Fitnah
Dalam Al-Qur’an, terdapat ayat yang menyebutkan bahwa anak dan harta merupakan fitnah.
وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu adalah fitnah, dan di sisi Allah ada pahala besar.” (1)
Anak dan harta kerap menjadi kebanggaan. Tapi di sisi lain, keduanya juga merupakan fitnah. Setidaknya, itulah yang Allah sebutkan dalam ayat Al-Qur’an di atas. Fitnah sendiri artinya cobaan. Jadi, maksud ayat di atas adalah harta dan anak merupakan cobaan di dunia.
Kenapa Anak dan Harta Disebut Fitnah?
Memiliki banyak harta sangat menyenangkan karena kita bisa membeli berbagai macam barang yang kita inginkan. Begitu juga dengan anak yang akan membuat keluarga menjadi lebih lengkap dan ramai.
Tapi di balik kesenangan yang bisa kita dapatkan dari harta dan anak, terdapat amanah besar yang harus kita jaga. Di sinilah letak fitnah (cobaan)nya. Tentu saja, mengemban amanah berupa harta dan anak tidaklah mudah. Tetapi, jika kita mampu mengemban amanah tersebut dengan baik, ada pahala besar menanti kita, seperti yang tertera dalam Q.S. Al-Anfal ayat 28 di atas.
Bahaya Fitnah Harta dan Anak
Harta dan anak termasuk salah satu fitnah (cobaan yang paling berat). Pasalnya, kesenangan berupa harta dan anak dapat membuat kita lupa kepada Allah. Hal ini senada dengan pesan Allah dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.” (2)
Sobat Cahaya Islam pasti sudah tahu kalau harta dapat membuat orang tergila-gila pada dunia dan melupakan akhirat. Tak heran banyak orang yang awalnya rajin beribadah justru jadi malas beribadah setelah banyak harta.
Sementara itu, Al-Qur’an juga mengibaratkan anak sebagai perhiasan dunia yang dapat membuat orangtuanya terlena. Bahkan, hadirnya anak sering membuat orangtua mengabaikan ibadah yang dulunya rajin mereka kerjakan.
Jadi, kita sebagai umat Islam harus bisa melalui fitnah (cobaan) berupa harta dan anak. Caranya adalah dengan menggunakan harta untuk kebaikan dan mendidik anak agar menjadi anak yang solih/solihah. Pasalnya, harta dan anak adalah titipan Allah. Oleh karena itu, kita harus menjaga titipan tersebut sebaik mungkin.
Referensi:
(1) Q.S. Al-Anfal Ayat 28
(2) Q.S. Al-Munafiqun Ayat 9

































Alhamdulillah, banyak ilmu baru yang saya dapatkan.