Giring Nidji Lagi Dihujat, Jadi Warga Jangan Asal Kritik

0
1604
Giring Nidji

Giring Nidji – Di penghujung bulan September, Gubernur Anies kembali mendapatkan sindiran dari Giring Nidji yang juga menjadi politisi.

Tentu saja, sindiran ini menuai pro dan kontra dari para umat. Memberikan komentar pada seorang pemimpin memang bukanlah hal yang buruk. Bahkan bisa terkategorikan baik. Tentu saja hal tersebut dapat menjadi perbaikan bagi bangsa.

Sobat Cahaya Islam, perlu umat pahami bahwa komentar Giring Nidji terhadap Gubernur Anies bisa saja mengandung banyak kesalahpahaman.

Selain itu, walaupun komentar sangat diperbolehkan sebagai warga negara tetap harus menjaga adab dalam menyampaikan tanggapan. Urgensitas adab sendiri adalah hal yang penting bagi karakter umat.

Bagaimana Umat Merespon Sikap Giring Nidji kepada Gubernur Anies?

Giring Nidji

Sobat Cahaya Islam, sebagai warga negara memang sebaiknya bisa melek dengan kondisi negara dalam hal penerapan kebijakan serta segala peraturan yang sudah dibuat seperti yang Giring Nidji lakukan.

Jika terdapat beberapa keganjilan, tentu saja umat yang baik akan menyampaikan kritiknya dengan benar sehingga tidak sampai menyakiti para pemimpin dan pemangku jabatan.

Hanya saja, yang perlu umat sadari dalam penyampaikan kritik yang sifatnya sensitif yakni adabnya. Walaupun terlihat sepele, namun adab adalah hal yang penting ada dalam setiap umat muslim.

Saking pentingnya, adab menjadi utama sebelum seseorang mempelajari sebuah ilmu.

Maka dari itu, amatlah buruk bila terdapat sebagian umat yang asal dalam menyampaikan kritik atau bahkan menyampaikannya secara public.

Memang, jika kebijakannya berkaitan dengan masyarakat luas sangatlah boleh untuk terpublish pada khalayak umum.

Namun, bilamana lontaran kritik tersebut sampai melibatkan hujatan personal yang malah akan menambah masalah baru.

Selain itu, hal tersebut juga bukan merupakan adab yang baik dalam menyampaikan komentar.

Dalam kondisi kecanggihan teknologi serba bebas sekarang, tentu umat harus senantiasa berjaga – jaga agar tidak terpancing melontarkan ujaran kebencian dalam bentuk komentar.

Malah harusnya umat memanfaatkan kecanggihan teknologi sekarang untuk lebih giat menyebarkan dakwah terkait adab dalam berbicara maupun mengkritik seorang pemimpin.

Tips Menyampaikan Komentar yang Baik

Sobat Cahaya Islam, sebagai umat yang baik mempelajari adab dalam menyampaikan pesan maupun komentar sangatlah perlu untuk menghindari adanya kedzaliman.

Giring Nidji

Hanya saja, membiasakan diri untuk berbicara yang baik tak semudah dan instan. Berikut beberapa tips yang dapat umat lakukan :

1.    Pilih Diksi yang Baik

Hal pertama yang dapat umat lakukan yakni mencoba untuk memilih diksi yang baik agar terlihat kelembutan dalam lisannya. Jangan sampai ada diksi yang berkonotasi negatif. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Artinya, “Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim)

Jika hal demikian terjadi, tentu akan menjadi bumerang tersendiri bagi yang menyampaikan. Niatan baiknya bisa saja disalahartikan.

2.    Jangan Tulis Komentar Secara Personal

Selain itu, jangan sampai umat menuliskan komentar yang berkaitan dengan personal pemimpin maupun para pemangku kebijakan.

Sebab terdapat perbedaan hukum antara muhasabah terhadap para penguasa dan individu secara personal.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus antara Giring Nidji terhadap pak Anies Baswedan.

Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bagi umat agar lebih bijak dalam memberikan komentar agar sesuai dengan adab dalam Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY