Gandeng BNPT, Upaya Efektif KAI Cegah Radikalisme

0
1796
KAI

KAI – Di penghujung tahun 2021 ini, PT. KAI bersama BNPT ingin merealisasikan proyek pencegahan radikalisme khususnya di lingkungan KAI khususnya bagi penumpang dan para karyawan.

Sobat Cahaya Islam, upaya KAI dalam mencegah radikalisme adalah salah satu bentuk indikasi untuk menghindari adanya aksi teror.

Hal ini patut mendapat apresiasi dari umat. Hanya saja, umat perlu mengkaji lebih mendalam terkait prosedur pelaksanaan projek tersebut.

Sebab, bisa saja alih – alih menghindari aksi teror namun ternyata ada bentuk pengebirian terhadap syariat. Naudzubillah.

Bagaimana Pelaksanaan Projek PT. KAI dan BNPT terkait Radikalisme?

Sobat Cahaya Islam, melansir dari berbagai pemberitaan media massa bahwa PT. KAI salah satu hal yang dapat mereka gunakan untuk merealisasikan projek tersebut yakni dengan pertukaran data.

Maksud dari pertukaran data tersebut yakni saling memberikan informasi, pelatihan bahkan bisa sosialisasi agar kasus radikalisme dapat lebih tereduksi.

Gambaran pelaksanaan tersebut tentu belum terlalu jelas sebab masih dalam proses perampungan.

Pun dari segi makna radikalisme itu sendiri. Sejak kemunculan istilah tersebut sampai hari ini, orang yang bisa terkategorikan sebagai radikalis juga tidak pasti.

Memang, ada beberapa indikator untuk menentukan orang radikalis misalnya dari segi pakaian mereka akan menggunakan kerudung besar dan celana cingkrang.

Jika umat telisik lebih lanjut, tentu hal tersebut adalah beberapa syariat Islam bukan? Walaupun terlihat asing dan jarang umat terapkan, status syariat dalam Islam tak akan pernah berubah.

Misalnya saja jika umat tidak terbiasa menggunakan celana cingkrang, tetap saja statusnya sebagai sebuah syariat tidak berganti.

Bahkan ketika ada sebagian umat yang menyuarakan kembalinya peradaban Islam dan perlu untuk diwujudkan dalam sebuah sistem hal tersebut sah saja.

Namun, justru hal yang berbeda inilah yang menjadikan para pengembannya mau tidak mau harus terlabeli sebagai radikalis. Naudzubillah.

Bagaimana Umat Seharusnya Memaknai Radikal?

KAI

Sobat Cahaya Islam, makna orang yang terlabeli radikalis hair ini memang masih absurd. Sehingga banyak orang masih bertanya – tanya terkait siapa umat yang pantas masuk dalam kategori radikalis itu sendiri.

Merujuk pada KBBI sendiri, definisi radikal adalah mengakar. Artinya, bila umat muslim yang bersungguh – sungguh dalam menjaga kemurnian aqidah dianggap sebagai radikalis maka hal tersebut sudah benar secara implementasinya.

Hanya saja, fakta di lapangan membuktikan bahwa orang – orang radikalis rentan masuk dalam barisan para teroris. Sehingga, bisa saja umat yang memang sedang mendalami ilmu Islam bisa terlabeli sebagai teroris.

Miris bukan? Padahal, dalam keseluruhan sendi kehidupan umat haruslah menjadikan Islam sebagai rujukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Bercelana cingkrang, memakai gamis dan kerudung besar adalah bagian dari syariat berdasar kesepakatan para imam besar. Diantaranya yakni Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Syafi’i.

Umat Islam harus selalu waspada, jangan sampai opini radikalisme malah menjadikan ajaran syariat semakin direduksi dari pemahaman masyarakat secara luas.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai PT. KAI dan bagaimana seharusnya merespon akan program yang akan dilaksanakan tersebut.

Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bacaan bagi umat agar tak salah langkah dalam memaknai radikalisme.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY