Solusi menghindari riba dalam Islam – Riba merupakan konsep yang memiliki dampak besar dalam ekonomi syariah dan Islam. Memiliki dasar hukum haram membuat Sobat Cahaya Islam banyak mencari solusi menghindari riba dalam Islam yang tepat. Upaya menghindari riba bertujuan agar selamat dunia akhirat karena keduanya juga memiliki keterkaitan.
Solusi Menghindari Riba dalam Islam
Keharaman transaksi riba sering umat muslim dengan pada kehidupan modern. Banyaknya jenis transaksi riba yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari membuat para ulama tiada henti mengingatkan. Dalam Islam, begitu jelas perintah Allah untuk menghindari riba.
Sebenarnya Islam telah memberikan solusi untuk menghindari riba yaitu dengan zakat mal. Berikut ini dalil dari solusi menghindari riba:
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah Ta’ala telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. 1
Adanya larangan riba tentu harus umat Islam taati. Untuk menghindari dampak buruk riba, berikut ini solusi menghindari riba dalam Islam:
1. Memahami Bahaya Riba
Salah satu cara efektif menghindari bahaya riba yaitu dengan memiliki ilmu yang cukup. Ketika Sobat Cahaya Islam memahami hukum syariat, maka bisa mendapatkan motivasi agar tidak terjerumus. Memakan riba sama halnya dengan memakan harta benda orang dengan cara batil. Salah satu bahaya riba yaitu siksa pedih bagi pelakunya.
Pada akhir zaman, praktik riba akan semakin banyak terjadi mulai dari masyarakat kecil hingga tataran negara. Mungkin juga orang yang tergila-gila dengan riba tidak memperhatikan halal dan haramnya. Padahal dalam sebuah hadits tentang riba menjelaskan bahwa:
“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, baik dari usaha yang halal atau haram .” 2
2. Bertransaksi dengan Cara Halal
Umat muslim dapat melakukan transaksi dengan cara yang halal untuk menghindarinya. Pada dasarnya, Islam tidak melarang praktik pinjam meminjam selama tidak melibatkan riba. Ada beberapa transaksi yang boleh yaitu mudharabah yang menggunakan metode kerjasama dua belah pihak.


Dalam mudharabah, salah satu pihak akan berperan sebagai pemodal, sedangkan pihak lainnya merupakan orang yang menjalankan usaha. Transaksi berjalan dengan kesepakatan membagi hasil yang telah dua belah pihak setuju.
3. Menyimpan Dana pada Bank Syariah
Solusi menghindari riba selanjutnya yaitu memilih menyimpan dana di bank syariah. Bank syariah terdapat layanan tabungan dengan akad wadiah atau tanpa bonus, sehingga tidak ada riba.
4. Sifat Qana’ah
Untuk menghindari terjerumus pada dosa riba, Sobat Cahaya Islam harus memiliki sifat qana’ah. Rasa cukup akan menghindarkan seseorang dari bahaya riba. Sebab, melalui rasa cukup, maka umat Islam selalu merasa cukup atas nikmat yang Allah berikan.
Rasa syukur juga akan membantu umat Islam tidak merasa kurang dan selalu hidup dalam kemewahan. Ada kalanya rasa iri justru akan menyebabkan seseorang membeli barang dengan cara berutang.
5. Memperbanyak Doa
Sebagai muslim yang beriman memahami solusi menghindari riba dalam Islam merupakan tindakan yang tepat. Untuk menghindari rina, umat Islam hendaknya memperbanyak doa agar tidak terjerumus. Seseorang yang selalu rajin berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah akan selalu membentengi diri dari masalah riba maupun perbuatan haram lainnya.
Sebagai bentuk keharaman, tentu banyak konsekuensi yang mengancam dari transaksi yang mengandung riba. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mencari solusi menghindari riba dalam Islam agar selamat dari dosa besar. Membentengi diri dengan selalu bertransaksi yang halal akan membawa banyak kebaikan.
































