Istirja’ artinya – Kalimat innalillahi wa innailaihi rajiun merupakan ucapan yang kerap dilafalkan ketika mengalami cobaan atau musibah. Istirja’ artinya kalimat yang diucapkan dengan tujuan mengingatkan Sobat Cahaya Islam agar lebih sabar atas musibah yang dihadapi. Terdapat dalil dalam Al Quran dan Hadits mengenai kalimat tersebut.
Keutamaan Mengucapkan Kalimat Istirja’ Adalah
Keutamaan umat muslim ketika mengucapkan contoh kalimat istirja’ saat menghadapi cobaan sangat banyak. Berikut ini keutamaan membaca kalimat istirja’ antara lain:
1. Memperoleh Keberkahan


Apabila muslim mendapatkan musibah, kemudian mengucapkan kalimat “innalillahi wa innalillahi rojiun”, maka akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah. Dalil dari keutamaan ini terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 157 yang berbunyi:
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
2. Mendapatkan Pahala
Selain menghadapi musibah sebagai bentuk kesabaran, dalil istirja’ menyebutkan bahwa kalimat ini menjanjikan ganjaran pahala. Oleh karena itu, seorang muslim yang mendapatkan musibah sebaiknya tidak lupa mengucapkan kalimat istirja’. Dalil dari keutamaan ini terdapat dalam HR Muslim nomor 918 yang berbunyi:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
Maknanya, bacaan istirja’ artinya menjadi hal wajib diucapkan seorang muslim ketika mendapatkan musibah. Allah SWT akan memberikan pahala dan akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
3. Mendapatkan Rumah di Surga
Tidak hanya mendapatkan rahmat serta pahala, Allah juga menjanjikan surga bagi Sobat Cahaya Islam yang membaca ayat istirja’. Lafalkan kalimat ini sesering mungkin terutama bagi orang tua yang kehilangan anaknya. Dalil dari keutamaan membaca kalimat istirja’ terdapat dalam HR Tirmidzi nomor 1021 yang berbunyi:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِى. فَيَقُولُونَ نَعَمْ. فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ. فَيَقُولُونَنَعَمْ. فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِى فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ. فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِى بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَالْحَمْدِ
Jika anak dari seorang muslim telah tiada, melafalkan kalimat istirja’ artinya sebuah keutamaan. Allah akan membangunkan hamba-hambaNya dan menamainya baitul hamdi.
Kapan Saat yang Tepat Membaca Istirja’?
Pelafalan kalimat istirja’ bisa Sobat Cahaya islam ucapkan pada keadaan tertentu, seperti saat tertimpa musibah. Ucapan ini identik dengan musibah kematian, akan tetapi sebenarnya pengucapannya tidak terbatas saat terjadi kematian saja. Pengucapan istirja’ juga tidak hanya ditujukan saat musibah atau malapetaka besar terjadi.


Namun, ketika seorang muslim menghadapi musibah kecil sepatunya mengucapkan kalimat istirja’ artinya menjadi sebuah anjuran. Waktu yang disunnahkan untuk mengucapkan kalimat istirja’ yaitu Saat mengalami musibah. Kendati demikian musibah tersebut tidak terbatas pada kematian saja.
Sebagaimana telah ditegaskan bahwa setiap penderitaan yang dirasakan oleh seorang muslim, maka tergolong sebagai sebuah musibah. Beberapa hikmah ketika mengucapkan kalimat istirja’ salah satunya dapat menghilangkan perilaku tercela. Seperti perilaku cinta dunia atau berlebihan dan juga bisa menghindarkan muslim dari sifat sombong.
Sobat Cahaya Islam wajib memahami bahwa seorang hamba hanyalah manusia yang pasti akan meninggal ketika ajal tiba. Selain itu, umat muslim juga menjadi sadar bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah Dan suatu saat akan kembali kepadaNya.
Membaca kalimat istirja juga akan menjadi amal kebaikan yang kelak dihitung di alam akhirat. Nantinya timbangan kebaikan umat muslim akan menjadi lebih berat.
Memahami kapan membaca kalimat istirja artinya mengingatkan seorang muslim untuk berserah dan bersabar. Selain itu, kalimat ini juga membawa beberapa keutamaan yang tujuannya memperbanyak pahala serta mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

































