Cahyo Kumolo Wafat, Duka Indonesia

0
225
Cahyo Kumolo wafat

Cahyo Kumolo Wafat – Berita duka baru saja tersiar di media massa. Menteri Cahyo Kumolo wafat, pada 1 Juli 2022. Berita ini menjadi berita duka nasional bagi Indonesia. Banyak yang mengirimkan do’a, ucapan belasungkawa serta hadir langsung di rumah duka.

Menurut data yang ditampilkan di berbagai media, Cahyo Kumolo meninggal dunia pada usia 64 tahun. Lalu bagaimana Islam memandang hakikat sebuah kematian? Adakah hikmat yang bisa kita ambil dari peristiwa kematian?.

Hikmah dari Peristiwa Menteri Cahyo Kumolo Wafat

Muda, atau tua, tidak ada yang tahu, siapa pun bisa merasakan kematian. Setahun yang lalu kita mungkin melihat saudara-saudara kita dalam keadaan sehat, dia masih muda dan kuat. Tapi hari ini ternyata dia telah meninggalkan kita. Kita juga tidak tahu kapan kematian akan datang untuk menjemput kita.

Bisa juga besok, lusa, atau kapan. Namun kematian sahabat kita, sebagai contoh Menteri Cahyo Kumolo wafat, sudah cukup sebagai pengingat untuk menyadarkan kita dari kelalaian kita sendiri. Dan kita, seperti dia, akan kembali kepada Allah SWT. Kita akan meninggalkan dunia ini. Dunia ini akan menjadi kenang-kenangan bagi kita di akhirat nanti.

Sobat Cahaya Islam, Kematian orang-orang di sekitar kita sangat membangunkan kita. Karena itu, kita harus senantiasa meluangkan waktu untuk mengingat kematian. Seperti dalam hadis berikut ini,
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).

Manfaat Mengingat Peristiwa Kematian

Berita tentang Menteri Cahyo Kumolo wafat, membuat kita sadar, bahwa setinggi apa pun kedudukan kita di dunia ini, kita tidak akan bisa melawan kematian. Agar jiwa kita makin menyadari bahwa kematian itu nyata, ada beberapa manfaat mengingat kematian.

1. Mengingat kematian adalah amalan yang dianjurkan

Mengingat kematian adalah ibadah khusus untuk diri sendiri, dan dengan mengingatnya, memberikan kita batasan-batasan dalam kehidupan yang sementara ini. Karena mengingat kematian adalah ibadah, kita akan mendapatkan pahala tulus mengerjakannya.

2.  Menjauhkan dari Perbuatan Musyrik

Mengingat kematian membantu kita untuk rendah hati dalam beribadah dan tulus setra khusyuk dalam berdo’a. Mengingat kematian juga akan menjauhkan kita dari berbagai perkara sesat dan dosa maksiat lainnya. Karena setelah kematian, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat.

3. Tidak Ada Yang Tahu Kapan Kematian Tiba

Cahyo Kumolo wafat

Dengan mengingat kematian, seseorang akan bersiap untuk bertemu Allah SWT. Karena kematian selalu terjadi kapan saja dan tidak pernah salah dalam perhitungannya. Sehingga orang cerdas adalah yang baik dalam mempersiapkan kematiannya. Sebagaimana kata Rasulullah SAW,

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

4.      Semangat Beribadah

Seperti yang telah disampaikan pada poin di atas, bahwa setelah kematian, kita tidak ada lagi kesempatan bertobat. Ternyata, orang meninggal bukan hanya kehilangan kesempatan bertobat, tetapi tidak ada lagi kesempatan untuk beribadah. Maka mengingat kematian insyaallah akan membuat kita semangat beribadah.

Sobat Cahaya Islam, itulah hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa kematian. Semoga peristiwa Menteri Cahyo Kumolo wafat bisa menyadarkan kita bahwa kematian itu nyata. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan menerima amal ibadah selama hidupnya. Aamiin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY