Bambang Pamungkas Tutup Komentar Sosmed hingga Gugatan Asal Usul Anak, Simak Penjelasan tentang Hak Anak dari Orangtua

0
36
Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas – Kabar miring datang dari bintang lapangan Bambang Pamungkas. Pria yang akrab disapa BePe ini menjadi pihak tergugat  oleh seorang wanita bernama Amalia Fujiawati pada 18 Maret 2021 kemarin. Kabarnya gugatan tersebut seputar asal-usul dan nafkah anak.

Mengenang sang legendaris sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas pensiun dari dunia lapangan hijau sejak 2019 silam. Namun, selepas pensiun menjadi pemain sepak bola, BePe diamanahi jabatan sebagai Manajer Persija. Saat ini Persija sedang melakukan persiapan dalam Piala Menpora menghadapi PSM Makassar tanpa sang Manajer BePe.

Taslimah, sebagai Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan turut membenarkan bahwa ada laporan gugatan tentang BePe. Bambang Pamungkan menjadi pihak tergugat dengan seorang wanita bernama Amalia Fujiawati sebagai pihak penggugat. Namun, Taslimah belum mau buka suara terkait pelaporan tersebut, pun BePe juga demikian.

Setelah kasus ini ramai menjadi bahan pembicaraan publik, Bambang Pamungkas menutup komentar di Sosial Medianya. Ia merasa dampak komentar yang diberikan masyarakat entah itu komentar baik atau buruk akan memengaruhi kesehatan mentalnya. Mengutip detik.com belum diketahui pasti siapa identitas Amalia Fujiawati tersebut.

Pasalnya, kita ketahui bersama bahwa Bambang Pamungkas telah menikah dengan Tribuana Tungga Dewi dan dikarunia tiga orang keturunan. Publik menduga Amalia adalah istri simpanan BePe. Namun, pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini belum ada yang membuka suara. Rencananya sidang akan dilaksanakan pada Rabu (31/3).

Kasus Bambang Pamungkas dan Penjelasan tentang Hak Anak dari Orangtua

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Bambang Pamungkas adalah ayah dari 3 orang anak dan suami dari Tribuanna Tungga Dewi. Namun, akibat kasus gugatan yang diduga dari istri simpanannya, mantan pemain Persija ini terus dimintai keterangan terkait kasusnya dengan wanita bernama Amalia Fujiawati.

Sobat Cahaya Islam, dalam Islam hak pengasuhan biasanya terjadi sebab perceraian. Selain hak pengasuhan ada juga hak nashab, hak nafkah, hak perwalian, dan hak persusuan. Namun, hak pengasuhan nampak masih menjadi hal pertama yang diperadilkan sebab menyangkut masa depan anak.

1.     Siapa yang Berhak?

Sama seperti dalam hukum fiqih bahwa ketentuan hak pengasuhan anak diatur saat terjadi perceraian. Sehingga dalam kasus pengasuhan anak yang belum mumayyiz (belum berumur 12 tahun) maka hukum pengasuhan diberikan kepada ibunya. Sedangkan apabila anak tersebut telah mumayyiz maka ia dapat memilih kepada siapa ia akan ikut.

Bambang Pamungkas

2.     Hak Asuh dalam Kompilasi Hukum Islam

Dalam kompilasi hukum Islam tentang pengasuhan hak anak sama dengan poin sebelumnya. Hanya saja dalam pembiayaan sang anak tetap menjadi tanggung jawab ayah dan ibunya. Sehingga meski hak pengasuhan ada pada ayah, maka tetap saja baik ayah atau ibu sama-sama bertanggung jawab terhadap masa depan anak.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya” (QS. At-Tahrim ayat 6)

Bambang Pamungkas

Kasus Bambang Pamungkas dapat menjadi pelajaran terhadap orangtua yang akan bercerai untuk memikirkan bagaimana nasib sang anak kelak. Meski kita belum tahu bagaimana kasus yang sebenarnya dialami BePe dan keluarganya. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY