Apa itu shabwah? Shabwah merupakan sebutan untuk seorang pemuda yang tidak pernah mengikuti hawa nafsunya. Istilah ini sebenarnya pernah disebutkan dalam hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.
Berdasarkan hadits tersebut, tentu para ulama juga mengatakan bahwa shabwah sebagai kecondongan atau hasrat untuk menyimpang dari kebenaran. Hal ini berarti, pemuda yang memiliki shabwah akan cenderung senang mengikuti hawa nafsunya yang liar.
Pengertian Apa Itu Shabwah dalam Islam


Kata ash-shabwah atau ash-shiba ini sebenarnya termasuk dalam istilah cinta. Bagi sebagian orang juga telah menyebutnya sebagai ungkapan lain dari kerinduan.
Namun, kata ash-shabwah saat ini mengalami beberapa kali perubahan seperti yashbu, shabwah, tashaba, shaba, serta shubuww. Seluruh istilah tersebut tentunya mengacu pada arti “kecenderungan pada kebodohan”.
Apa itu shabwah ini merupakan istilah yang akan menggambarkan kecenderungan terhadap hal-hal yang tidak benar, hawa nafsu, serta kebodohan. Apabila Sobat Cahaya Islami memiliki sifat ini, tentu dikhawatirkan akan menuju ke jalan yang sesat.
Allah SWT sendiri sebenarnya telah mengagumi pemuda yang tidak memiliki shabwah. Hal ini karena, biasanya pemuda tersebut akan membiasakan dirinya melakukan kebaikan serta menjauhi keburukan.
Sementara itu, kagumnya Allah SWT terhadap pemuda tersebut telah digambarkan seperti seorang musafir yang kehausan serta menemukan mata air. Allah juga sangat senang dan gembira terhadapnya.
Para pemuka agama telah mengatakan bahwa orang yang sudah tua serta ahli ibadah itu baik, namun pemuda yang tekun ibadah jauh lebih baik. Hal ini berarti, jiwa dan raganya saat ini masih dalam kondisi bugar dan digunakan dengan benar.
Rasulullah SAW sendiri juga telah bersabda: “Terdapat 7 golongan manusia yang nantinya akan langsung dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya). Di mana terjadi pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) terkecuali naungan-Nya tersebut seorang pemuda yang tumbuh dan ibadah kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
Cara Mudah Mengendalikan Shabwah


Dalam Kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghazali, telah disebutkan bahwa sudah ada tiga cara untuk mengendalikan shabwah atau hawa nafsu. Berikut ini penjelasannya:
1. Mengekang syahwat dan keinginan
Cara pertama Sobat Cahaya Islami yaitu dengan rutin berpuasa. Abu Sulaiman Ad-Darani juga pernah mengatakan bahwa kunci dunia merupakan kenyang dan kunci akhirat adalah lapar.
Allah SWT sendiri telah memberikan hikmah kepada orang-orang yang berpuasa. Selain itu, juga menjadikan kebodohan atau maksiat pada orang yang kenyang. Dalam hal tersebut, makan kenyang dan nafsu merupakan dua komponen yang sampai saat ini saling terhubung.
2. Memohon pertolongan Allah
Seorang Muslim sendiri telah dianjurkan untuk senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar dijinakkan hawa nafsunya. Sehingga, Sobat Cahaya Islami juga bisa menghindari maksiat serta perbuatan dosa.
3. Memperbanyak ibadah
Tindakan ini sebenarnya bisa dilakukan dengan mengurangi jam tidur dan memperbanyak zikir, munajat kepada Allah, sholat malam, serta ibadah lainnya. Jadi apabila tidak tidur justru bisa saja memunculkan potensi maksiat, maka sebaiknya Sobat Cahaya Islami tidur saja.
Melalui penjelasan di atas, justru akan menambah pengetahuan Sobat Cahaya Islami terkait apa itu shabwah.































