Amanah dalam Bekerja Bagi Seorang Muslim

0
284
Bekerja-dengan-Amanah

Amanah dalam Bekerja – Saat ini, sulit mencari pegawai atau pengusaha yang Ikhlas dan Amanah dalam bekerja. Faktanya, sering sekali kita menemukan pegawai yang telat masuk kerja, main game atau keluyuran saat jam kerja, hingga terjadinya kecurangan mulai dari hal kecil hingga besar seperti korupsi. Bentuk korupsi juga bermacam-macam seperti korupsi waktu, uang jajan, hingga aset.

Tak hanya itu, suap-menyuap seakan menjadi hal biasa. Padahal, Allah akan meminta pertanggungjawaban kita semua kelak di akhirat. Baik sebagai bos maupun karyawan, kita semua akan mendapatkan balasannya. Itulah kenapa penting untuk menjadi orang yang Amanah. Apalagi kita adalah muslim di mana ajaran Islam memandang amanat sebagai kewajiban.

Perintah untuk Menunaikan Amanat

Dalam bekerja, tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras saja. Tetapi, kita sebagai umat Islam juga harus mengedepankan amanat. Dalam Al-Qur’an, kita dapat menemukan ayat-ayat yang menyuruh umat Islam untuk menunaikan amanat, begitu juga dalam hadits-hadits shahih. Salah satunya adalah hadits dari Yusuf bin Malik al-Maliki di bawah ini:

 أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ 

“Tunaikanlah amanat pada orang yang memberikan amanat padamu.” (1)

Oleh karena itu, jika kita mendapat amanat dari atasan kita, kita harus menunaikannya. Sayangnya, saat ini justru banyak orang yang lebih suka berkhianat demi mencari keuntungan yang tak seberapa. Perlu diingat, khianat adalah salah satu sifat dari orang munafik.

Menjadi Seorang Muslim yang Amanah

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa menunaikan amanat bersifat umum, yakni mencakup semua kewajiban manusia, baik itu kepada Allah maupun sesama. Kemudian, hukum menunaikan adalah wajib, tanpa ada selisih dari para ulama. Jadi, jika kita mendapatkan amanat, jangan sampai kita malah lari dari tanggungjawab.

Berkaitan dengan hak Allah, menunaikan amanat berarti melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Misalnya adalah menunaikan shalat 5 waktu, membayar zakat, tidak mencuri, menjauhi zina, dll.

Berkaitan dengan hak sesama manusia, contohnya antara lain seperti istri taat pada suami, karyawan melaksanakan tugas dari atasan, siswa menuruti perintah guru, suami memberikan nafkah kepada keluarga, dan masih banyak lagi.

Amanah dalam Bekerja bagi Karyawan atau Pengusaha

Karyawan Amanah adalah yang memenuhi kewajiban sebagai karyawan. Begitu juga pengusaha Amanah, yaitu yang menjaga amanat dari klien. Beberapa contoh sikap menunaikan amanat adalah datang ke kantor tepat waktu, tidak menggunakan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan pribadi, tidak memanipulasi laporan keuangan, menolak segala bentuk suap dan gratifikasi, dll.

Sebagai umat Islam, kita harus menyadari bahwa Amanah sifat terpuji yang harus kita upayakan dan biasakan. Jika kebiasaan yang luhur ini bisa kita terapkan, tidak akan ada pihak tertentu yang dirugikan. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk dan kemudahan bagi kita semua dalam memikul dan menunaikan setiap amanat. Dan mudah-mudahan Allah juga menjauhkan kita dari sifat khianat. Aamiin.


Referensi:

(1) Sunan Abi Dawud 3534

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY