Memaksa Diri Melakukan Kebaikan Menurut Islam

0
14
memaksa diri melakukan kebaikan

Memaksa diri melakukan kebaikan merupakan salah satu cara melatih jiwa agar semakin dekat kepada Allah. Sobat Cahaya Islam, tidak semua amal saleh terasa ringan. Terkadang seseorang merasa malas shalat berjamaah, enggan membaca Al-Qur’an, atau berat untuk bersedekah.

Namun, apakah memaksa diri melakukan ibadah seperti itu diperbolehkan? Jawabannya, selama dilakukan dalam batas kemampuan dan bukan hingga membahayakan diri, justru hal tersebut merupakan bagian dari mujahadah atau perjuangan melawan hawa nafsu.

Dalil Berjuang di Jalan Allah

Allah Ta’ala berfirman:

Dengan demikian, Allah menjanjikan petunjuk bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh melawan hawa nafsunya untuk melakukan kebaikan.

Melawan Rasa Malas adalah Ibadah

Sobat Cahaya Islam, hawa nafsu sering mengajak manusia kepada kemalasan dan kesenangan sesaat. Oleh karena itu, seseorang terkadang harus memaksa dirinya bangun untuk shalat Subuh, menghadiri majelis ilmu, atau membaca Al-Qur’an meskipun belum memiliki semangat.

Selain itu, kebiasaan baik tidak selalu muncul secara instan. Dengan demikian, memaksa diri di awal dapat menjadi proses pembentukan karakter hingga akhirnya ibadah terasa ringan dan menjadi kebutuhan.

Kemudian, banyak ulama menjelaskan bahwa jiwa perlu dilatih sebagaimana tubuh dilatih dengan olahraga. Oleh sebab itu, konsistensi lebih penting daripada menunggu datangnya rasa semangat.

Jangan Memaksa hingga Berlebihan

Sobat Cahaya Islam, meskipun memaksa diri melakukan kebaikan dianjurkan, Islam juga melarang sikap berlebihan dalam beribadah.

Oleh karena itu, jangan sampai seseorang memaksakan diri melakukan ibadah di luar kemampuannya hingga jatuh sakit atau meninggalkan kewajiban lainnya. Misalnya, beribadah sepanjang malam setiap hari hingga mengabaikan hak keluarga atau kesehatan.

Selain itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang muslim beramal sesuai kemampuannya dan menjaga kesinambungan ibadah. Dengan demikian, ibadah yang sedikit tetapi istiqamah lebih baik daripada semangat sesaat yang kemudian berhenti.

Tips Melatih Diri dalam Kebaikan

Sobat Cahaya Islam, agar lebih mudah membiasakan diri berbuat baik, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan.

Pertama, mulailah dari amalan yang ringan tetapi rutin. Oleh karena itu, jangan meremehkan membaca beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari atau bersedekah meski jumlahnya sedikit.

Kedua, carilah lingkungan yang baik. Selain itu, berteman dengan orang-orang saleh akan membuat kita lebih termotivasi untuk istiqamah dalam ibadah.

Ketiga, perbanyak doa agar Allah menguatkan hati. Dengan demikian, perjuangan melawan rasa malas akan terasa lebih ringan karena mendapatkan pertolongan dari-Nya.

Jadikan Kebaikan sebagai Kebiasaan

Sobat Cahaya Islam, sesuatu yang awalnya terasa berat bisa menjadi ringan jika sering dan terus menerus. Oleh karena itu, jangan menyerah ketika masih harus memaksa diri untuk berbuat baik.

Selain itu, setiap perjuangan melawan hawa nafsu akan bernilai pahala di sisi Allah. Dengan demikian, semakin sering seseorang membiasakan diri dalam kebaikan, semakin mudah pula ia menjalaninya di kemudian hari.

Sobat Cahaya Islam, dari penjelasan ini kita dapat memahami bahwa memaksa diri melakukan kebaikan merupakan bagian dari mujahadah yang Islam anjurkan. Selama dalam batas kemampuan dan tidak berlebihan, usaha melawan rasa malas adalah ibadah yang berpahala. Oleh karena itu, jangan menunggu semangat datang untuk berbuat baik, tetapi mulailah melangkah. Insya Allah, dengan pertolongan Allah, hati akan semakin mencintai kebaikan dan mampu istiqamah hingga akhir hayat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY