Pengertian sederhana dalam Islam – Ada banyak contoh kehidupan rasulullah yang dijadikan teladan bagi umatnya, salah satunya hidup sederhana. Pengertian sederhana dalam Islam diatur dan dijelaskan dalam Alquran dan hadis. Semasa hidupnya Nabi Muhammad senantiasa menerapkan pola hidup sederhana mulai dari memenuhi kebutuhan harian hingga berpakaian.
Memahami Pengertian Sederhana Dalam Islam
Pengertian hidup sederhana menurut Al Quran yaitu Hidup Diantara tidak berlebihan dan tidak kikir. Dasar dari pedoman hidup sederhana terdapat pada surat Al-Furqan ayat 67 yang konsepnya diilustrasikan dengan jelas. hidup sederhana memiliki makna tidak terjerat sifat rakus serta pemborosan yang tidak terbatas.
Pengertian tersebut sekaligus menegaskan umat Islam tidak mengalami kemerosotan, misalnya dalam sifat kikir. Sebab, hal tersebut sebagai penyebab ketidakmampuan berbagi terhadap sesama. Al Quran mengartikan hidup dalam kesederhanaan diantaranya sikap bijaksana saat memenuhi kebutuhan serta keinginan.
Umat muslim sebaiknya tidak terjebak dalam kemewahan yang berlebihan, namun juga tidak menahan diri agar tidak menghalangi kedermawanan.
Dalil Penerapan Hidup Sederhana
Berikut ini sederet dalil dari Al Quran dan hadist yang bisa Sobat Cahaya Islam jadikan pedoman:
Al Furqan ayat 67
Berikut ini ayat yang menyatakan bahwa umat Islam sebaiknya menjalankan kehidupan sederhana dengan mengadopsi hidup sederhana pada posisi moderat:
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Dalam perspektif tersebut, Al Quran menggambarkan sifat sederhana yang tak terpaku pada menghindari sifat berlebihan. Sobat Cahaya Islam juga sebaiknya menjauh dari sifat kikir karena dapat menghambat kemurahan hati. Pengertian sederhana dalam Islam tersebut termasuk dalam hal seorang individu dapat memenuhi kebutuhan serta keinginannya.
Al Isra Ayat 29
Contoh hidup sederhana dalam Islam selanjutnya dapat ditemukan dalam surat Al Isra ayat 29 kesederhanaan dalam Islam yang dimaksud melibatkan keseimbangan antara apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Namun juga berusaha menjaga keseimbangan dunia dan akhirat.
Berikut ini potongan ayat 29 surah Al Isra yang menggambarkan pengertian sederhana dalam Islam:
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا
Adanya ayat tersebut mengingatkan umat Islam untuk dapat membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan.
HR Tirmidzi
Hadits tentang hidup sederhana salah satunya HR Tirmidzi no 2346 yang berbunyi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا
Hadist tersebut mengingatkan, bagi siapa saja yang bangun pagi dalam keadaan aman, dan memiliki makanan, maka seluruh dunia dikuasakan kepadanya. Sebagian dari kaum muslim yang masih memiliki persediaan makan bahkan untuk berbulan-bulan dan mampu memenuhi kebutuhan tersier.
Berbeda dengan nabi Muhammad yang justru rezekinya sebatas kebutuhan pokok saja. Hal ini yang pemahaman terhadap pengertian sederhana dalam Islam. Selanjutnya dalam HR Tirmidzi nomor 70 yang berbunyi:
مَا شَبِعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ خُبْزٍ قَطُّ وَلاَ لَحْمٍ إِلاَّ عَلَى ضَفَفٍ
Hadist tersebut meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah merasa kenyang karena memakan daging atau roti kecuali sedang menjamu tamu. Dalam dua atau tiga hari beliau dan keluarga baru akan merasa kenyang. Itu pun sekedar mengkonsumsi roti gandung dengan makanan sederhana lainnya.
Sebagai muslim perlu memahami pengertian sederhana dalam Islam demi mengenali perbedaan kebutuhan dan keinginan. Selain itu, sederhana dalam Islam berkaitan dengan sikap menghindari boros, namun tidak sampai kikir saat berbagi kepada kaum yang membutuhkan.





























