Kebakaran SMAN 6 Jakarta Tewaskan Seorang Satpam, Insya Allah Mati Syahid

0
703
Kebakaran SMAN 6 Jakarta

Kebakaran SMAN 6 Jakarta – Akhir-akhir ini, banyak hal yang menimbulkan bencana mengerikan. Salah satu bencana yang kerap terjadi adalah kebakaran di tempat umum. Terbaru, ada musibah kebakaran SMAN 6 Jakarta yang menggegerkan masyarakat Indonesia.

Walaupun begitu, di balik kebakaran sejatinya ada hikmah yang bisa manusia petik. Sobat Cahaya Islam, jangan sampai menyalahkan musibah kebakaran. Sebaiknya jadikan kebakaran tersebut sebagai peringatan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Musibah Kebakaran SMAN 6 Jakarta Memakan Korban Jiwa

Kebakaran SMAN 6 Jakarta, Kebayoran Baru terjadi tepat jam 08.58 WIB. Menurut informasi yang beredar, seorang satpam berinisial CK 45 tahun meninggal dalam tragedi tersebut. Menurut petugas, korban meninggal dunia sempat mendengar ledakan pada panel.

Awalnya, CK mendengar ledakan di panel dan mengambil APAR yang berada di ruang guru untuk mencoba memadamkan api. Upaya CK berhasil karena api yang membara sudah padam. Namun ada dugaan korban menghirup terlalu banyak asap dan membuatnya tak sadarkan diri.

Kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Ternyata, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Tak hanya CK, ada juga korban kedua berinisial IW yang berprofesi sebagai petugas kebersihan sekolah. Beruntung, ia berhasil selamat dari sesak nafas karena asap kebakaran.

Korban Meninggal Dunia Karena Kebakaran, Termasuk Syahid?

Sobat Cahaya Islam, musibah seperti kebakaran SMAN 6 Jakarta tentu bukan hal yang diinginkan oleh siapa saja. Apalagi peristiwa kebakaran itu menewaskan seorang satpam yang sudah berusaha memadamkan api. Naas, ia meninggal dunia walaupun sudah diupayakan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Kebakaran SMAN 6 Jakarta

Berbicara tentang korban tewas karena kebakaran, tidak sedikit orang yang menganggap bahwa mendiang termasuk mati syahid. Adapun syahid adalah kondisi saat seseorang meninggal dunia dalam keadaan terpuji di jalan Allah. Beberapa orang mengaitkan tentang meninggal dunia dalam keadaan syahid yaitu saat di medan perang.

Rupanya, kriteria mati syahid tidak terbatas itu. Meninggal dalam keadaan syahid bisa Sobat lihat dari beberapa kriteria yang sudah tercantum dalam firman serta hadis Nabi Muhammad SAW. Yang menarik, di salah satu kriteria tersebut ada korban meninggal dunia karena kebakaran.

Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

 الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya, pen.) adalah syahid.” (HR. Abu Daud, no. 3111. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat keterangan ‘Aun Al-Ma’bud, 8: 275)

Keistimewaan Meninggal Dunia dalam Kondisi Syahid

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa keistimewaan bagi orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid, seperti:

1.       Diampuni Semua Dosanya

Orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid, maka akan mendapat keistimewaan berupa ampunan semua dosa. Tentu saja ini kondisi yang menjadi impian semua manusia di dunia. Walaupun begitu, ada satu dosa yang tidak Allah ampuni yaitu berhutang.

Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

“Orang yang mati syahid diampuni semua dosa kecuali hutang.” (Diriwayatkan oleh Muslim 114)

2.       Berpeluang Besar Masuk Surga

Keistimewaan lain yang bisa didapat oleh orang mati syahid yaitu peluang masuk surga lebih besar. Menurut Ar Raghib As Ashfahani, seseorang yang mati syahid akan melihat malaikat-malaikat turun dan berkata:

“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu” (QS. Fushshilat, 41:30).

Kebakaran SMAN 6 Jakarta

3.       Menikmati Nikmat yang Allah Janjikan

Orang yang mati syahid juga kemungkinan besar akan merasakan semua kenikmatan di akhirat yang sudah Allah janjikan. Ini sebagaimana yang tertuang dalam Al Quran:

“Ketika seseorang merasakan sakaratul maut, mereka dapat menyaksikan berbagai macam kenikmatan akhirat yang telah dijanjikan Allah kepada mereka” (Al-Hadid, 57:19)

Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa keistimewaan dari orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid. Semoga saja semua keistimewaan tersebut dirasakan korban kebakaran SMAN 6 Jakarta. Wallahualam. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY