Mengapa seseorang melakukan pernikahan – Pernikahan adalah salah satu topik yang senantiasa menarik menjadi pembahasan. Membangun rumah tangga tak hanya sekedar bermain peran atau terikat antara dua individu. Lantas mengapa seseorang melakukan pernikahan?
Mengingat pernikahan mempunyai arti yang lebih mendalam daripada hal itu. Sebab sebuah pernikahan menyangkut sebuah kesatuan yang luhur selama berumah tangga. Bahkan pernikahan bukan hal yang sepele, lantaran ada faqih pernikahan dan tujuan tersendiri.
Mengapa Seseorang Melakukan Pernikahan dalam Islam?
Sobat Cahaya Islam, pernikahan adalah sebuah ibadah yang mempunyai kedudukan penting dan sakral di mata agama. Karena itulah, pernikahan disebut mitsaqan ghaliza dalam Al Quran yang berarti perjanjian kuat dan kukuh. Oleh sebab itu, tak baik jika umat islam sampai menyepelekan pernikahan sampai menganggap enteng perceraian.
Dalam islam, tujuan pernikahan mempunyai arti yang begitu dalam bagi Allah dan Nabi Muhammad SAW. Salah satu tujuan yang penting yaitu menciptakan generasi sholeh atau sholehah. Bukan hanya itu, Allah SWT juga menyampaikan bermacam berkah di balik pernikahan yang berlangsung.


Walaupun aktivitas bersama pasangan pernikahan yang halal itu sederhana, tetapi bernilai sedekah dan pahala. Suatu pernikahan tak hanya menyatukan dua hati serta menyangkut sebuah kesatuan yang luhur dalam hubungan rumah tangga. Sebab terdapat tujuan pernikahan dalam islam yang harus kaum muslim pahami.
Sebuah kebahagiaan akan didapatkan oleh pasangan dalam pernikahan tersebut baik di dunia atau di akhirat kelak. Lantas mengapa seseorang melakukan pernikahan menurut pandangan islam? Berikut informasi selengkapnya:
1. Pelaksanaan Sunnah Rasul
Mengapa seseorang melakukan pernikahan? Tujuan utama dari pernikahan dalam islam yaitu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Sebagai muslim, Sobat Cahaya Islam mempunyai panutan dalam menjalani kehidupan sehari-hari yaitu Nabi Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, sebaiknya Sobat dapat meniru apa yang Nabi Muhammad SAW ajarkan. Salah satunya yaitu menjalankan pernikahan dengan niat yang baik. Jangan sampai Sobat menjalankan pernikahan dengan tujuan tertentu, apalagi niatan buruk.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat).” (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2383).
2. Menjalankan Perintah Allah
Alasan orang melakukan pernikahan berikutnya dalam pandangan islam adalah menjalankan perintah Allah SWT. Menikah merupakan jalan ibadah yang banyak dinanti dan menjadi idaman bagi sebagian masyarakat. Bagi pasangan yang menikah sepatutnya tidak perlu ragu dan merasa takut soal ekonomi.


Harap yakin bahwa usaha dengan doa dan tawakal bersama pasangan nantinya saling menguatkan demi mencapai kekayaan di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:
وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur Ayat 32)
3. Mendapat Keturunan
Alasan orang menikah berikutnya yaitu untuk melestarikan atau mendapatkan keturunan. Ini merupakan sebuah upaya demi melestarikan keturunan putra putri Adam. Bahkan pernikahan juga merupakan jalan investasi di akhirat selain melalui ibadah.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ
“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah” (QS. An-Nahl ayat 72)
Sobat Cahaya Islam, kini jelas jawaban dari pertanyaan mengapa seseorang melakukan pernikahan. Tanamkan semua tujuan tersebut agar Sobat bisa menjalani pernikahan idaman yang sesuai ajaran islam.
Niatkan pernikahan untuk tujuan ibadah demi mencapai keberkahan kehidupan dunia dan akhirat bersama pasangan halal Sobat.































