Makna Proklamasi Kemerdekaan untuk Umat Islam

0
1987
Makna-Proklamasi-Kemerdekaan-untuk-Umat-Islam

Makna Proklamasi Kemerdekaan – Sejatinya, kemerdekaan ialah bebas bertindak. Namun, bukan berarti manusia boleh bebas bertindak sebebas-bebasnya karena ada hukum syariat Islam yang membatasi kebebasan tersebut. Dengan begitu, kemerdekaan menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan dunia serta menjadi bekal kehidupan akhirat. Jadi, sobat Cahaya Islam juga wajib tahu makna kemerdekaan Republik Indonesia dalam perspektif Islam.

Makna Proklamasi Kemerdekaan: Bebas dari Kekeliruan Orientasi Hidup

Pertama, untuk memaknai kemerdekaan, kita ambil kisah Nabi Ibrahim saat membebaskan diri dari kekeliruan orientasi asasi yang tertulis di dalam Al-Quran:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (1)

Ayat-ayat di atas mengisahkan perjalanan spiritual dari Nabi Ibrahim mencari Tuhannya dalam Upaya membebaskan diri dari orientasi hidup yang keliru. Pasalnya, penyembahan berhala di zaman itu menjatuhkan harkat & martabat manusia, seperti halnya penghambaan terhadap hedonism & materialisme di zaman modern.

Proklamasi Kemerdekaan Sebagai Pembebasan Suatu Bangsa dari Penindasan

Selain itu, makna lain dari kemerdekaan bis akita petik dari kisah Nabi Musa yang membebaskan bangsanya, Bani Israel, dari kekejaman rezim Fir’aun. Rezim Fir’aun ini merepresentasikan bangsa yang ingin menguasai bangsa lain. Karena itulah Nabi Musa berupaya membebaskan diri dan bangsanya dari penindasan hingga akhirnya meraih kemerdekaan. Hal ini sama seperti perjuangan bangsa Indonesia yang berjuang melawan penindasan dari penjajah.

Memaknai Kemerdekaan Indonesia Secara Holistik & Integral

Terakhir, kesuksesan Nabi Muhammad mengemban misi kenabiannya menjadi sumber ilham bagi bangsa Indonesia dalam memaknai proklamasi kemerdekaan secara holistic & integral. Dulu, Allah mengutus Nabi Muhammad ke Masyarakat Mekah yang mengalami penjajahan dalam bentuk kezaliman sosial, penindasan ekonomi, dan disorientasi hidup.

Hal itu tampak dari Nabi Muhammad yang menyuruh membebaskan budak, mengkritik orang-orang yang tidak peduli terhadap keadilan ekonomi & kesejahteraan sosial, serta mengajarkan manusia meninggalkan berhala dan menyembah Allah Yang Maha Esa. Betapa indahnya kalau Masyarakat Indonesisa bisa memaknai kemerdekaan Indonesia seperti itu. Masyarakat pun akan dapat merasakan kemerdekaan ekonomi sehingga Sejahtera Bersama.


Referensi:

(1) Q.S. Al-An’am Ayat 76-79

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY