Banjir Bandang Sumatera Selatan – Belakangan ini sering kali terjadi bencana alam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Terbaru, ada bencana alam berupa banjir bandang Sumatera Selatan.
Banjir bandang tersebut menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi para korban yang terdampak. Tak heran banyak bantuan yang datang ke Sumatera Selatan untuk membantu korban bencana alam tersebut.
Bencana Alam Banjir Bandang Sumatera Selatan
Sebagai informasi, banjir bandang Sumatera Selatan sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan karena banjir bandang yang terjadi.
Bukan itu saja, ada warga yang ikut terseret arus banjir bandang di Lahat tersebut. Menurut informasi yang beredar, banjir bandang menerjang 4 kecamatan.
Dua kecamatan juga terkena bencana tanah longsor. Meskipun bencana alam, pihak setempat menduga penyebab banjir bandang di Lahat tersebut karena air Sungai Lematang meluap selama 2 hari.
Kuat dugaan hal itu yang menyebabkan banjir bandang di kawasan Lahat terjadi. Akibat dari bencana alam banjir bandang, bangunan rumah warga rusak parah.
Korban yang sempat terseret arus banjir bandang pun ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sampai saat ini, para korban masih perlu bantuan untuk bertahan hidup di tengah kondisi rumahnya yang hancur parah.
Bencana Alam dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, banjir bandang Sumatera Selatan merupakan salah satu di antara banyaknya bencana alam yang terjadi di dunia.
Sejatinya, bencana alam merupakan salah satu takdir yang sudah Allah SWT tetapkan. Selain itu, bencana alam juga termasuk cobaan dari Allah SWT.
Bukan itu saja, bencana alam bisa saja merupakan teguran dari Allah karena manusia yang sudah melampaui batas.
Penyebab Datangnya Bencana Menurut Islam
Datangnya sebuah bencana alam tak terlepas dari ulah dan perilaku para manusia. Banyaknya penyimpangan serta pelanggaran dalam syariah, akhlak, dan Aqidah menjadi yang paling besar peranannya dalam mendatangkan azab dari Allah SWT.
Di dalam Al Quran sudah menjelaskan banyaknya penyebab datangnya bencana. Secara garis besar, ada sejumlah penyebab bencana alam atau musibah yaitu:
1. Dosa yang Sudah Seseorang atau Suatu Kaum Lakukan


Penyebab pertama yaitu sebagai akibat dari dosa yang sudah seseorang maupun suatu kaum lakukan. Kemudian bencana pun menimpa orang ataupun kaum itu.
Ini seperti dalam QS Al Ankabut ayat 29 yang berbunyi:
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”.
2. Kezaliman Sebagian Orang
Berikutnya dalam penyebab datangnya bencana bisa saja karena kezhamilan dari sebagian orang. Namun akibat kezaliman sebagian orang itu, maka dampaknya bisa menyeluruh dan tak hanya kepada para pembuat kezaliman tersebut.
Dalam QS Al Anfal ayat 25, Allah SWT berfirman:
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal : 25)
3. Umat Islam Tak Saling Memimpin dan Menolong
Pertentangan dan perpecahan yang terjadi antara sesama umat islam tak semata-mata menjadikan lemahnya kekuatan dalam kaum muslimin. Sebab akibat dari hal itu bisa mendatangkan fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi.


Ini seperti yang tertuang dalam QS Al Anfaal ayat 73 yang berbunyi:
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfaal : 73)
Oleh karena itu, saat terjadi bencana alam seperti banjir bandang Sumatera Selatan, tak ada salahnya para korban saling berbenah diri. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih dekat kepada Allah SWT dan mendapat ampunan.






























