Islam Memandang Pengkhianatan yang Dibahas di Film Puisi Cinta yang Membunuh

0
1248
Film Puisi Cinta yang Membunuh

Film Puisi Cinta yang Membunuh – adalah film thriller pertama dari sutradara Garin Nugroho. Mulai ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia pada 5 Januari 2023 yang langsung mendapat antusias dari penonton film bergenre thriller.

Selain karena dibintangi oleh artis-artis berbakat seperti Mawar Eva de Jongh, Baskara Mahendra, Morgan Oey, Ayu Laksmi, Raihaanun Soeriaatmadja, jalan ceritanya juga mendebarkan dan sulit ditebak sehingga membuat penasaran para penontonnya.

Sinopsi Film Puisi Cinta yang Membunuh

Dari namanya saja sudah terlihat bagaimana kisah seram di baliknya. Berdasarkan sebuah sumber, film ini merupakan adaptasi dari kumpulan puisi bertajuk, Adam, Hawa, dan Durian karya Sutradara Garin Nugroho sendiri.

Kisah di dalam Film Puisi Cinta yang membunuh bermula ketika Ranum (Mawar Eva de Jongh) yang mudah terpikat dengan kalimat manis dan indah. Suatu hari ia jatuh cinta dengan seorang laki-laki bernama Rendy (Morgan Oey).

Namun keanehan mulai terjadi karena Rendy tiba-tiba menghilang dan muncul sudah dalam keadaan mengerikan. Kepalanya dipajang di atas meja saat penyelenggaraan pesta berkostum hantu.

Setelah kejadian itu, Ranum merasa hidupnya selalu diawasi oleh orang misterius. Selang beberapa waktu, teror yang terjadi kian serius. Bahkan pemeran wanita utama sampai mendapatkan kekerasan fisik yang masih belum diketahui siapa orang di baliknya.

 Kejanggalan dan teror kian terasa terlebih pada orang-orang yang mendekati Ranum. Dalam cerita ini Ranum sendiri berperan sebagai wanita yang sering terperangkap dengan kata-kata manis laki-laki tetapi selalu berujung pada pengkhianatan.

Islam Memandang Pengkhianatan

Ada beberapa sifat yang tidak boleh dimiliki oleh muslim, salah satunya adalah berkhianat. Bagi yang belum tahu, berkhianat memiliki makna membohongi atau menipu. Berdasarkan pengertiannya, tentu sudah dapat Sahabat Cahaya Islam jika sifat ini sangat merugikan.

Film Puisi Cinta yang Membunuh

Agar dapat menghindari hal tersebut, sebaiknya ketahui pandangan Islam terkait dengan pengkhianatan itu sendiri. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Merupakan Sifat Orang Yahudi

Dari dahulu kala, sifat khianat sudah ada dan dilakukan oleh sejumlah kalangan termasuk orang Yahudi. Ada berbagai kisah mengenai hal ini, salah satunya terdapat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 13 berikut ini:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya:

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

2. Khianat Termasuk Sifat Munafik

Mengenai hubungan antara khianat dan munafik sudah dibahas dalam sumber-sumber Islam termasuk sebuah hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhuma Rasulullah SAW bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Artinya:

Empat perkara jika terdapat pada seorang hamba maka dia adalah seorang munafik yang murni. Barang siapa yang memiliki salah satu dari empat perangai tersebut, maka pada dirinya ada satu dari perangai kemunafikan sampai dia tinggalkan seluruhnya: kalau diberi amanah dia berkhianat, kalau dia berbicara dia berdusta, kalau dia berjanji maka dia berbuat curang, kalau dia bermusuhan maka dia berbuat fajir.

Berdasarkan Film Puisi Cinta yang Membunuh, pelajaran yang dapat Sahabat Cahaya Islam ambil adalah hindari sifat khianat karena akan mendatangkan keburukan. Jangan sampai masalah datang setelah sering berkhianat karena tidak hanya rugi di dunia tetapi di akhirat juga.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY