Khawatir Tentang Kematian yang Berlebihan?

0
1282
Khawatir Tentang Kematian yang Berlebihan

Kajian Islam – Sudah menjadi fitrah manusia yang hidup di dunia ini untuk takut kepada kematian. Ini bukanlah suatu hal yang perlu malu untuk di ungkapkan. Namun, rasa takut kepada kematian tersebut merupakan hal yang baik bila didasari karena rasa khawatir kita merasa masih kurang dalam berbagai hal. Merasa khawatir bagaimana nanti untuk menghadap kepada Allah karena masih memiliki banyak kesalahan dan dosa yang masih menyelubungi kehidupan kita.

Khawatir Tentang Kematian yang Berlebihan?

Namun, merupakan rasa takut kepada kematian yang berdasarkan kepada rasa cinta kepada kehidupan dunia-lah, yang merupakan sikap kurang baik yang harus kita hindari. Karena itu menunjukkan merupakan sikap takut kematian yang tidak terpuji dan perlu kita hindari.

Barang siapa yang tidak suka berjumpa dengan Allah, maka Allah akan berlaku sama kepadanya

Ada satu hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari 6508 yang berbunyi :

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

Dikisahkan Abu Musa: Nabi (ﷺ) bersabda: “Barangsiapa suka bertemu Allah, Allah senang bertemu dengannya; dan siapa benci bertemu Allah, Allah benci bertemu dengannya.” [1]

Hadits diatas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasanya barang siapa yang menyukai untuk bertemu dengan Allah, maka Allah akan menyukai pula bertemu dengannya.

Dalam keterangan hadits yang serupa, ada yang menjelaskan bahwa maksud dari hadits senangnya orang dalam bertemu dengan Allah adalah ketika hal itu menyangkut rahmat Allah dan nikmat Surga Allah yang menakjubkan. Maka orang-orang iman yang tahu akan mendapatkan segala hal tersebut akan merasa bahagia dan senang untuk bertemu dengan Allah. Sedangkan mereka yang kufur merasa tidak senang bertemu dengan Allah karena mereka tahu bahwa hanya ada siksa yang pedih dan neraka yang kekal menanti mereka.

Mengingat kematian memiliki faidah-faidah yang baik untuk kita

Menurut para alim ulama, sikap kita dalam menjadi pribadi yang ingat kepada kematian memiliki banyak faidah-faidah yang baik untuk diri. Dengan mengingat kematian itu sendiri, kita akan secara otomatis selalu teringat kepada Allah dan selalu mencoba untuk menyenangkan Allah sang pemilik kehidupan setelah kematian. Kita akan selalu terpacu untuk berbuat baik dan beramal sholih sebanyak-banyaknya dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari hal-hal yang dimurkai oleh Allah.

Orang yang dalam setiap menit dan detik hidupnya selalu mengingat kematian dan pertemuannya dengan Allah akan dengan semangat memperbaiki hidupnya dan selalu berjuang keras dalam mempersiapkan diri ketika kematian datang nanti.

Orang yang mengingat kematian adalah orang islam yang cerdas menurut Rasulullah

Orang islam yang paling cerdas bukanlah orang islam yang memiliki gelar akademis yang banyak dan berlapis-lapis. Namun orang islam yang cerdas menurut versi Rasulullah sendiri adalah mereka orang islam yang selalu ingat bahwa kematian itu datangnya sewaktu-waktu tanpa permisi kepada kita. Dalama hadits riwayat ibnu Majjah 4259 diceritakan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah tentang orang islam seperti apa yang terbaik dan tercerdas.

حَدَّثَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ بَكَّارٍ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ فَرْوَةَ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ ‏:‏ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ثُمَّ قَالَ ‏:‏ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ ‏:‏ ‏”‏ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ‏”‏ ‏.‏ قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ ‏:‏ ‏”‏ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

Diceritakan bahwa Ibn ‘Umar berkata: “Saya bersama Rasulullah (ﷺ) dan seorang pria dari kalangan Ansar mendatanginya dan menyapa Nabi (ﷺ) dengan Salam. Kemudian dia berkata: ‘Ya Rasulullah, manakah dari orang-orang beriman yang terbaik?’ Dia berkata: ‘Dia yang memiliki perilaku terbaik di antara mereka.’ Dia berkata: ‘Yang mana di antara mereka yang paling bijaksana?’ Dia berkata: ‘Orang yang paling mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkannya. Itu yang paling bijaksana. ” [2]

Dalam hadits yang tertera dalam kitab zuhd diatas dijelaskan bahwa orang islam terbaik adalah dia yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang baik). Sedangkan orang islam yang cerdas adalah mereka orang islam yang selalu mengingat kematian, karena dengan itu dia akan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah di hidupnya.


Catatan Kaki

[1] H.R. Sahih Bukhari 6508 Bab: Siapa pun yang suka bertemu Allah, Allah senang bertemu dengannya

[2] H.R. ibnu Majjah 4259 Hasan (Darussalam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY