Alam Jin Dalam Islam – Mendengar alam jin, Sobat pasti sudah terbayang bagaimana tingkah-tingkah jahil dari makhluk Allah satu ini menggangu manusia bahkan sampai menyesatkan manusia. Tidak heran Sobat juga pasti penasaran, sebenarnya bagaimana alam jin dalam islam.
Karena alam jin memang topik yang sangat menarik untuk dibahas, terlebih lagi seperti Sobat ketahui bahwa alam jin berdampingan dengan alam manusia. Bagaimana kita tidak bisa menyadarinya? Atau bahkan tidak sedikit dari manusia yang meragukan adanya alam jin ini. Ternyata begini penjelasnnya alam jin dalam islam.
Alam Jin Dalam Islam
Membahas tentang alam jin, kita juga kan membahas bagaimana Allah menciptakan makhluk bernama jin ini.
1. Mengenal alam jin
Alam jin memang berdampingan dengan dunia manusia. Tapi, perlu Sobat ketahui alam jin ini berada dalam alam yang berbeda bukan di alam manusia, maupun alam malaikat. Menurut Ibnu Aqil, Jin diberi nama Jin, karena mereka merupakan makhluk yang tertutup dan jauh dari pandangan manusia. Tapi mereka bisa melihat kita.


“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf: 27).
Menurut Ustadz Faizar, selaku pakar ruqyah dan seringkali berhubungan dunia jin mengutip pemaparan dari kitab Maradus Sihir. Bahwa alam jin itu sama dengan alam manusia, tidak kosong melompong selayaknya di film horor.


Padahal alam jin memiliki fasilitas seperti manusia, mempunyai alam yang lengkap dan bertingkat-tingkat.
2. Penciptaan Jin
Berdasarkan buku Ibnu Katsir yang membahas tentang jin, banyak ulama yang mengatakan bahwa jin diciptakan sebelum adanya nabi Adam Alahissalam. Sebelum adanya manusia, bumi di huni oleh Hin dan Bin kemudian Allah membiarkan jin menguasai mereka dan memubunuhnya.
Setelah jin membuat kerusakan di muka bumi, Allah mengutus iblis, dan tentara langit. Mereka bertugas untuk membunuh jin dan mengusir mereka dari bumi, menuju pulau-pulau yang berada di tengah laut.
Jin sendiri diciptakan dari api, sebagaimana firman Allah.
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr: 27).
Jin bukan berasal dari golongan malaikat. Tapi, iblislah yang merupakan sebagai asal-usul terciptanya jin dimuka bumi ini. Sebagaimana penciptaan nabi Adam asal mula terciptanya manusia.
3. Kehidupan jin
Jin sama halnya dengan manusia. Mereka makan, minum, dan memiliki keturunan. Tapi dari segi makanan, jin dan manusia memiliki perbedaan yang sangat jelas terutama bagi jin muslim.


Jin muslim hanya boleh makan tulang kering dan kotoran hewan yang sudah mengering. Tapi, Allah mengubah tulang kering tersebut dengan daging segar untuk dimakan jin muslim.
Kemudian kotoran kering juga diubah menjadi rumput hijau, yang mana rumput tersebut juga dimakan oleh hewan dari bangsa jin. Kemudian jin kafir, mereka makan bersama dengan manusia yang makan tanpa mengucapkan basmallah.
Atau lebih tepatnya mereka makan apa saja. Itulah mengapa islam melarang sesajen, karena itu memberi makan pada jin kafir.
Selain itu, jin muslim juga jarang menampakkan diri di hadapan manusia. Tapi jin kafirlah yang mengubah wujud-wujudnnya menjadi makhluk yang menyeramkan.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf: 179).
Sedangkan menurut, hadts Ath-Tabrahani jin terbagi pada tiga kellompok; jin terbang, jin berbentuk ular dan anjing, serta jin lepas dan berjalan.
4. Berbagai sebutan jin
Ada beberpa macam penyebutan jin dalam bahasa arab.
- Jin murni memiliki sebutan Jinni
- Jin yang hidup bersama manusia, disebut Aamir
- Jin yang menggangu anak kecil, disebut Arwah
- Jin jahat dan sering mengganggu, disebut Setan
- Jin lebih jahat lagi, disebut Maarid
- Jin jahat dan garang, disebut Ifrit
Itulah penjelasan tentang alam jin dalam islam, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Sobat Cahaya Islam.





























