Habib Rizeq Shihab – Tepat pada tanggal 20 Juli Habib Rizieq Shihab dinyatakan bebas bersyarat, setelah menjalani masa hukuman di Bareskrim POLRI bulan Desembe 2020 laalu.
Setelah keluar dari penjara, Habib Rizieq Shihab langsung menuju ke keediamannya di daerahJl. Petamburan III, Tanah Abang, JakPus. Beliau juga langsung menyampaikan tidak akan mengkhianati para simpatisannya setelah bebas bersyarat, dalam konfrsi pesnya.
Beliau juga menyampaika, siap melanjutkan kembali perjuangan yang sempat tertunda. Karena tersandung kasus melakukan revolusi akhlak, yang membuatnya harus mendekam di penjara. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan umat, akan selalu berjuang dan melindungi umat sekuat tenaga.
Pernyataanya dalam konfersi pers, menegaskan bahwa ia akan melanjutkan revolusi akhlak yang sempat tertunda sejak kepulangannya dari tanah suci. Menurutnya misi ini sangat penting untuk dilakukan karena kebohogan dan kedzaliman yang semakiin meraja lela.
Ia berujar, bahawa orang yang memliki akhlak baik tidak akan merusak negrinya sendiri. Tidak akan menghina agama sendiri, menghina Rasul, dan menghinakan Al-Qur’an.
Saat ini Habb Rizieq Shihab berstatus tahan kota. Setiap bulannya harus membuat laporan, dan tidak dizinkan pergi keluar pulau, kota, juga keluar negeri. Kecuali jika sudah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang.
Sobat Cahaya Islam pasti tahu, bagaimana cara Habib Rizieq dalam bedakwah. Keras, frontal, dan berani mengucapkan kata kurang sopan untuk menyuarakan suaranya. Sikap ini, juga yang membuat habib ini kontroversial. Sebenarnya, bagaimana islam mengharuskan sikap umat muslim ketika berdakwah? Berikut akan dibahas lebih lanjut.
Habib Rizieq Shihab Seorang Pendakwah, Sikap Seorang Penakwah Menurut Islam
Islam memiliki panutan dalam menjalakan hiup yakni, nab Mummad Sallahu’Alaihi Wassalam. Beliau merupakan kekasih Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan wahyu Allah. Dalam proses penyampaian ini, Rasulullah melakukan dakwah kemana-mana. Lalu, bagaimana sikap Rasulullah ketika berdakwah kepada kaum kafir? Simak di bawah ini
1. Tidak menghina


Rasulullah tidak menghina orang yang salah. Hal ini sesua dengan hadits yang terdapat dalam sahih Bukhari;
Wahai ‘Abdullah janganlah seperti si fulan. Dahulu ia rajin shalat malam, sekarang ia meninggalkan shalat malam tersebut.”
(HR. Bukhari no. 1152 dan Muslim no. 1159).
Luar biasnaya Rasulullah tidak menyebutkan nama siapa pun. Meski Beliau tahu siapa saja yang tidak melaksanakan sholat, tapi tidak menyebut namanya. Rasulullah melakukannya agar tidak membuat si ‘Fulan’ tai merasa malu. Mulia sekali cara nabi MUhamad menutupi aib orang lain.
2. Menyenangkan orang lain
Cara Rasulullah berdakwah yang kedua, menampilkan akhlak mulia. Akhlak mulia yang ditampilkan oleh Rasulullah selanjutnya tidak mudah marah. Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Muslim bin al-Hajj
Beda cerita jka kita yang mengalami hal tersebut. Pasti sudah marah-marah dan yang lainnya. Sikap mulia ini, menjadi sebuah dakwah yang tersirat.
3. Berbaik sangka


Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim;
“barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat”
(HR. Muslim no. 684).
Dari sini, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berbaik sangka. Dengan menyampaikan, bahwa bisa saja orang yang melwatlkan sholat karena ketidak sengajaan atau hal lainnya.
4. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
Betapa mulianya Rasulullah, Beliau seringkali mendapatkan perlakuan buruk dari kaum kafir. Diejek, dipukuli, dilempari kotoran, Beliau tetap sabar dan terus mengajak pada kebaikan. Karena berdakwah merupakan perintah Allah;
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS Ali Imran [3]: 104).
Itulah berita terkini tentang Habib Rizieq Shihab dan bagamaina sikap seorang muslim ketika berdakwah. Semoga bermanfaat.































