Ada Berapa Jenis Niat Zakat Fitrah?

0
1612
jenis niat zakat fitrah

cahayaislam.id – Bulan Ramadhan seolah tidak lengkap jika tanpa membahas tentang zakat fitrah. ternyata banyak yang belum mengetahui bahwa jenis niat zakat fitrah itu tidak hanya satu, lantas ada berapa?

Di dalam menunaikannya saat bulan Ramadhan, terdapat bacaan doa niat zakat yang mana diucapkan oleh muzakki (pembayar zakat) kepada amil (pengelola zakat).

Zakat fitrah sendiri merupakan satu ibadah yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan harta hingga sempurna puasa Ramadhan yang dikerjakan. Wajib baginya dibayarkan pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum sholat hari raya idul fitri.

Allah SWT berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah : 103)

Kewajiban ini pun berlaku bagi seluruh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, orang yang merdeka maupun budak, bahkan anak kecil maupun orang dewasa. Zakat fitrah pun harus ditunaikan setiap tahunnya pada waktu yang telah disebutkan di atas.

Maka dari itu, hendaklah membaca doa niatnya semata-mata sebagai landasan untuk menjalankan kewajiban kepada Allah SWT.

Nah, Sobat Cahaya Islam, agar tujuan dari ibadah zakat fitrah ini menjadi lebih jelas, maka ada jenis niat yang bisa kita ketahui di bawah ini. mulai dari niat bagi dirinya sendiri, anggota keluarga, hingga apabila untuk mewakilkan orang lain. demikian ulasannya.

6 Jenis Niat Zakat Fitrah?

Ada beberapa jenis niat yang harus dibaca pada saat melakukan zakat fitrah, di antaranya adalah sebagai berikut:

1.      Niat untuk Diri Sendiri

Yang pertama, niat yang mana apabila zakat tersebut ditujukan bagi dirinya sendiri. Adapun bacaannya adalah:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2.      Zakat untuk Diri Sendiri serta Keluarga

Yang kedua, niat zakat yang diperuntukkan untuk dirinya sendiri dan seluruh anggota keluarga yang nafkahnya menjadi tanggungan miliknya. Bacaan niatnya adalah:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.

jenis niat zakat fitrah

3. Niat untuk Anak Perempuan

Yang ketiga, niat di mana ditujukan apabila mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan miliknya. Maka bacaannya adalah sebagai berikut,

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……(sebutkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

4.      Niat untuk Anak Laki-laki

Selanjutnya, niat yang ditujukan untuk anak laki-laki miliknya, Maka bacaan niat yang tepat baginya adalah,

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

jenis niat zakat fitrah

5.      Niat untuk Orang yang Diwakilkan

Sementara yang ini, niat untuk orang yang zakat fitrahnya diwakilkan pada orang lain, maka bacaannya adalah sebagai berikut:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu  karena Allah Taala.”

6.      Zakat untuk Istri

Yang terakhir, niat zakat yang apabila dikhususkan bagi istrinya, maka bacaan niatnya yang harus dilafalkan adalah,

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Itulah jenis niat untuk zakat fitrah yang harus diucapkan oleh muzakki kepada amil, harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai salah dalam penyebutannya.

Setelah itu, penerima zakat atau amil hendaknya mendoakan kembali dengan kalimat sebagai berikut,

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Sobat, adanya pandemi seperti saat ini pun berdampak pada transaksi zakat yang akhirnya beralih secara digital. Islam pun tidak menyampaikan adanya larangan pada metode pembayaran zakat berbasis teknologi ini.

Demi kemudahan dan keamanan sesama manusia, maka mematuhi aturan terkait menjaga ketat protokol kesehatan juga menjadi kewajiban kita bersama. Oleh sebab itu, kini membayar zakat bisa dilaksanakan secara online, hukumnya boleh dan tetap sah.

Nah, Sobat, demikian di atas adalah ulasan mengenai jenis niat zakat fitrah yang harus diketahui oleh umat Muslim agar tidak melakukan salah penyebutan di dalam tujuannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY