Apakah Sholat Ashar Bisa Dijamak dengan Sholat Maghrib?

0
1652
Apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib

Apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib – Bagi umat Islam yang melakukan perjalanan jauh terdapat rukhshah ibadah sholat. Sholat jamak memiliki pengertian melaksanakan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Namun, apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib? Faktanya, tidak semua sholat boleh dijamak, melainkan harus memenuhi syarat tertentu.

Apakah Sholat Ashar Bisa Dijamak dengan Sholat Maghrib?

Jamak memiliki pengertian menggabungkan dua shalat wajib. Bagi Sobat Cahaya Islam yang sedang melakukan perjalanan bisa mendapatkan dispensasi sholat. Namun, aturan dasar yang harus terpenuhi yaitu melakukan perjalanan minimal 82 km. Menggabungkan sholat fardhu dapat dikerjakan pada sholat pertama atau kedua.

Tidak semua sholat fardhu dapat Sobat Cahaya Islam gabung. Hanya sholat Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya’ yang bisa umat Islam gabungkan. Hal tersebut dapat menjawab apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib. Penjelasan tentang syarat mengerjakan penggabungan sholat terdapat dalam hadist berikut:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjama’ shalat Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan ‘Isya di Madinah bukan karena ketakutan ataupun hujan” 1

Sholat Ashar dan Maghrib tidak bisa umat Islam jamak karena tidak ada pasangannya. Sholat fardhu yang bisa Sobat Cahaya Islam gabungkan memiliki jumlah rakaat yang sama. Para ulama sepakat bahwa syarat sholat jamak lebih ringan. Sebab, sholat qashar harus memenuhi syarat safar, maka untuk jamak cukup dengan syarat kesulitan.

Sebagian ulama juga memperbolehkan menjamak sholat karena adanya hajat atau keperluan selama bukan rutinitas. Contoh hajat yang menghalangi seorang muslim dan bukan kebiasaan yaitu seseorang dalam perjalanan pulang datang setelah dzuhur. Jika tidak menjamak sholat maka khawatir akan terlewat waktu Ashar.

Tata Cara Jamak Sholat Fardhu

Sobat Cahaya Islam perlu memahami tata cara sholat jamak agar pahalanya tidak berkurang. Setelah tahu sholat apa saja yang bisa umat Islam gabungkan, maka perlu juga merinci waktu sholat mana yang didahulukan. Penjelasan tentang waktu duluk’ terdapat dalam ayat Al Quran berikut ini:

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” 2

Dulu’ merupakan waktu setelah matahari tergelincir mengarah ke arah matahari tenggelam. Dari ayat tersebut ada dua waktu yang harus Sobat Cahaya Islam perhatikan untuk menjamak sholat, yaitu:

1.     Waktu Pertama

Selain memahami apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib, Sobat Cahaya Islam juga harus memahami tata cara melaksanakan sholat jamak. Ketika menggabungkan dua waktu sholat, maka mana yang harus umat Islam dahulukan? Waktu pertama dalam Surah Al Isra’ ayat 78 merujuk di awal waktu yang berada dalam waktu dulu.

Ketika menjamak sholat Dzuhur dan Ashar, maka Dzuhur berada di waktu dulu’ sedangkan Ashar di akhir waktu.

Apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib

2.     Waktu Kedua

Ghosaqil Lail menjadi waktu kedua atau gelap malam. Sholat di awal waktu gelap yaitu sholat Maghrib, sedangkan sholat Isya bisa Sobat Cahaya Islam kerjakan belakangan.

Melalui penjelasan tersebut, Sobat Cahaya Islam tidak lagi bingung menjawab apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghrib.Namun terdapat juga hal yang harus umat Islam pahami tentang menggabungkan sholat. Sebab, adanya larangan sengaja menjamak sholat.

Kebanyakan ulama memperbolehkan menjamak sholat lantaran sakit atau uzur lainnya.

Apakah sholat Ashar bisa dijamak dengan sholat Maghri? Tidak semua sholat fardhu dapat Sobat Cahaya Islam jamak. Aturannya, hanya sholat fardhu yang sama jumlahnya dapat umat Islam jamak. Selain itu, sholat jamak hanya boleh karena melakukan perjalanan jauh dengan jarak minimal 82 km.


  1. (HR. Abu Daud, no. 1211) ↩︎
  2. (QS. Al Isra’: 78) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY