Toleransi dalam Ajaran islam – Zaman sekarang kayaknya dimana mana terdengar pergerakan Toleransi ga sih? Nggak di sosial media, nggak di youtube, nggak di spanduk kampanye calon pejabat (Ups) dan di tempat lainnya. Bagus banget sih itu, soalnya kita di ajak untuk lebih membuka lebar perspektif kita terhadap sesuatu yang baru atau belajar untuk menghargai kepercayaan orang lain disekitar kita, tidak hanya sebagai individu, tapi juga sebagai fungsi kemasyarakatan. Tapi sobat cahayaislam pernah bertanya ga sih: Sebenernya tolok ukur toleransi itu seperti apa sih? Yuk kita bahas!
Islam Ajarkan Toleransi Berprinsip Keadilan, Rasa Menghargai dan Komunikasi
Islam mengakui kebebasan beragama dan prinsip individu untuk memilih dan menjalankan agamanya sendiri. Al-Qur’an secara jelas menyatakan, “Tidak ada paksaan dalam agama” Dalam surat Al-Baqarah, ayat 256 [لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّين]. Ini menunjukkan pentingnya memberikan kebebasan pada individu untuk memilih agama dan keyakinan mereka.
ا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ. وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ
Faktanya, Dalam Al-Qur’an menyatakan diatas. “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu. Karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu” (Surat Al-Mumtahanah, 60:8). Islam mendorong perlakuan adil dan berbelas kasih terhadap non-Muslim. Ini menekankan pentingnya menghormati hak-hak dan martabat individu dari berbagai agama.
Islam menganjurkan dialog dan diskusi yang bermakna antara penganut agama yang berbeda. Untuk memperdalam pemahaman saling dan mempromosikan persahabatan serta kerja sama yang saling menguntungkan antara umat beragama. Nabi Muhammad SAW juga menjalin hubungan baik dengan pemeluk agama lain. Rasul pula mengadakan perjanjian perlindungan (dikenal sebagai Piagam Madinah) dengan masyarakat non-Muslim.
Toleransi dalam ajaran Islam Tegas Tiada Kompromi Menolak Penyimpangan
Dalam hal ini, bila dibilang islam adalah agama yang saklek dan tanpa kompromi. Maka itu salah besar. Banyak hal yang oleh umat islam kompromikan demi kemaslahatan sosial di masa modern ini. Lebih banyak bahkan dari apa yang sobat cahayaislam bayangkan.
Yang jelas, adalah benar bahwa islam mengangkat tangan. Dengan tegas tanpa kompromi dalam hal hal yang sifatnya menyimpang dari ajaran islam. Bahkan dalam tahap ekstrim kita bisa saja mengecam dan menghancurkan itu. Bila saja, ideologi dan karakter menyimpang itu dipaksakan masuk dalam kultur islam itu sendiri. Sebagai contoh, islam tidak mau bertoleransi pada politik LGBTHD Etc [you know what i mean lah ya].
***
Penting untuk diingat, bahwa seperti halnya dalam setiap agama. Praktik umat Islam dapat bervariasi di seluruh dunia dan dalam konteks sosial dan politik tertentu. Meskipun Islam menganjurkan toleransi. Ada juga situasi dan kelompok yang mungkin menafsirkan agama secara sempit atau salah menggunakan interpretasi yang tidak benar untuk membenarkan intoleransi atau kekerasan. Ini tidak mencerminkan ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam prakteknya, sikap dan tindakan toleransi antar beragama harus didasarkan pada nilai-nilai Islam yang mendasar. Yaitu keadilan, kasih sayang, saling menghormati, dan kerukunan sosial.

































