Belajar Merenungi dan Mensyukuri Rahmat Allah (Kisah Anak Katak dan Hujan)

0
814

Alkisah hiduplah seekor anak katak yang mulai tumbuh setelah proses metamorfosa yang panjang hingga menjadi anak katak kecil yang mungil. Katak kecil itu membaur bersama kawanan katak-katak besar lain disebuah tempat diantara kumpulan dedaunan layu yang jatuh diatas tanah. Untuk pertama kali katak kecil itu menemui kawanan katak dan bisa melihat luasnya dunia ini.

Awan hitam yang berputar datang

Namun kegembiraan sang katak kecil tidak berlangsung lama. Terlihat muram raut muka katak kecil itu dan sangat jelas ekspresi khawatir dan takut dari sang katak ketika melihat keatas langit. Katak kecil melihat awan-awan diatasnya berubah menjadi hitam kelam. Dengan perasaan gelisah, katak kecil itu meloncat-loncat dan bertanya kepada salah satu kata besar didekatnya “Apakah benda hitam yang berputar diatas kita itu? apakah itu pertanda bahwa kita akan binasa?” – tanya katak kecil bergetar takut

Katak besar yang mendengar pertanyaan katak kecil itu tertawa dan menenangkan si katak kecil dengan belaian lembut sembari berkata “wahai sobat kecilku, itu bukanlah pertanda buruk, malah sebaliknya! benda hitam diatas sana itu adalah suatu pertanda baik untuk kita para katak” – Mendengar hal itu, katak kecil itupun menjadi tenang.

Angin kencang yang menakutkan 

Namun ketenangan katak kecil itu tidak berlangsung terlalu lama. Beberapa saat kemudian datanglah angin kencang yang bertiup, meliuk-liukkan pepohonan dan menerbangkan benda-benda disekitar kumpulan katak itu. Sebuah pemandangan yang menakutkan untuk si katak kecil. Melompatlah katak kecil itu pada katak besar tadi dan berkata “Pemandangan apa lagi itu? apakah itu benar-benar sesuatu yang kita tunggu-tunggu dan anggap sebagai pertanda baik” sembari bersembunyi dibalik badan katak besar.

Katak besar itu kemudian tertawa dan menenangkan si katak kecil “Tenang sobat kecil! itu hanya angin dan benar itu adalah salah satu pertanda baik bahwa apa yang kita para katak tunggu-tunggu semakin dekat” – jawab katak besar menenangkan. Katak kecil itupun kembali tenang.

Petir dan suaranya yang menggelegar

Beberapa saat kemudian datanglah suara menggelegar “Blar! Blar!” suara menyeramkan dan kilatan putih menyambar kemana-mana bergemuruh dan membuat katak kecil gemetar menjadi-jadi. Kali ini katak kecil bahkan tidak bisa berkata apa-apa. Matanya terpejam dan seluruh badannya bergetar. Katak kecil bergumam “Aku sangat takut.. aku takut sekali”

Katak besar yang melihat hal tersebut kemudian merangkul si katak kecil itu dan menenangkannya “Tenang sobat kecil, petir boleh saja terlihat menakutkan, namun pada dasarnya itu adalah tanda ketiga dimana tak lama lagi apa yang kita para katak tunggu-tunggu akan datang!”

Rintik-rintik kecil hujan kemudian mulai berjatuhan dari langit yang kelam tersebut. Satu tetes air hujan menetes dikepala si katak kecil. Si katak kecil kemudian memberanikan diri untuk membuka kedua matanya. Hujan semakin lebat dan para kumpulan katak mulai meloncat-loncat girang bermain diantara hujan. Katak besar kemudian menarik si katak kecil dan mengajaknya untuk turut serta. “Ayo bersenang-senang, apa yang kita tunggu-tunggu telah tiba! hujan telah tiba!” teriak katak besar sambil meloncat-loncat gembira. Katak kecil itupun menjadi sumringah dan ikut serta bergembira menyambut hujan itu.

Apa yang bisa dipetik dari kisah diatas?

segelintir kisah katak kecil dan datangnya hujan itu mungkin terdengar sederhana, namun dari kisah itu kita bisa mengambil hikmah yang baik untuk kita dapatkan. Kita harus menyadari bahwa anugerah dan rahmat dari Allah tidak selalu datang bersama keindahan, merdunya suara-suara seruling dan syair atau disertai dengan hal-hal manis lainnya. Bahkan terkadang rahmat dariNya datang bersama cobaan dan hal-hal yang kita tidak sukai.

Dengan menyadari hal itu, marilah kita sebagai orang islam yang beriman dan tidak menyerah atas rahmat Allah untuk belajar memahami dan merenungi segala hal yang terjadi disekitar kita. Kita harus tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak Allah dan memiliki pelajaran didalamnya. Janganlah kita mudah dipengaruhi keadaan, seperti apa yang dirasakan katak kecil dalam cerita diatas. Mari kita berbahagia dan tidak mudah menyerah untuk menyambut rahmat dari Allah. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!