Yuk, Ikuti Jejak Ameer Azzikra Nikah Syar’i

0
65
Ameer Azzikra

Ameer Azzikra – Pernikahan Ameer Azzikra dan istrinya menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Walaupun kakaknya, Alvin, tengah bersitegang dengan mantan Istrinya tetaplah hal itu tak mengurangi kebahagiaan keluarga besar Ameer.

Sobat Cahaya Islam, pernikahan merupakan aktivitas sepanjang hidup yang dapat menjadi wasilah seorang hamba menuju JannahNya, termasuk Ameer Azzikra. Pernikahan dalam Islam begitu penting sehingga proses menuju pelaminan haruslah sesuai dengan syari’at agar tak meninggalkan bekas dosa.

Bagaimana Proses Menuju Pernikahan Dalam Islam seperti Ameer Azzikra?

Sobat Cahaya Islam, terdapat beberapa tahap sebelum pernikahan syar’i dapat terlaksana. Secara garis besar, beberapa hal diantaranya yakni :

1. Ta’aruf

Aspek pertama yang perlu dipahami yakni Ta’aruf. Secderhananya, proses ini adalah proses pengenalan antara calon pria dan wanita. Sebelum menuju proses ta’aruf, umat muslim hendaknya sudah mempersiapkan secara mental maupun fisik pun juga gambaran konsep keluarga di masa depannya.

Sebab, di masa pengenalan ini umat akan saling bertanya terkait informasi personal serta gambaran konsep kehidupan keluarga Rabbani yang dicita-citakan. Di proses ini, banyak umat yang salah mengira bahwa ta’aruf sama halnya dengan pacaran. Sebab, ta’aruf hanya mempertemukan antara si calon. Hal ini jelas tidak benar.

Sebab dalam proses taaruf, sang calon harus punya pendamping. Seseorang bisa menjadi pendamping manakala sudah berkarakter Islami dan memahami pernikahan syar’i serta orang yang sudah pernah menjalankannya.

Hal ini bertujuan agar umat lebih mudah untuk memahami pernikahan syar’i sebab sudah ada yang pernah menerapkannya. Biasanya, sebelum ta’aruf, para umat juga dapat menyiapkan CV sebaik mungkin untuk menggambarkan dirinya kepada si calon.

2. Khitbah

Ameer Azzikra

Tak semua proses ta’aruf haruslah berhasil. Sebab memang akan ada beberapa pertimbangan mengenai lanjut atau tidaknya. Nah, jika proses ta’aruf sudah berjalan sempurna maka umat dapat melanjutkan pada proses khitbah.

Hal terpenting yang umat perlu pahami yakni, khitbah bukan bermakna si calon sudah sah untuk saling berpegangan tangan sebab mereka tetap bukan mahram. Gambaran khitbah ala – ala sekarang yang terbalut dengan istilah tunangan tidaklah benar.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni :

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

 Artinya : . Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (Annur ayat 30)

Malahan, khitbah seharusnya menjadi hal yang tersembunyi yang dimaksudkan agar orang – orang yang berkeinginan jahat tak mengetahui rencana pernikahan tersebut.

Tentu, hal ini adalah kemudahan yang Allah SWT berikan kepada umat muslim. Selain itu, orang yang sudah menjalankan khitbah bermakna sudah berakad dengan si calon. Sehingga, keluarga tidak boleh menerima lamaran lagi sebelum memutuskan akad sebelumnya.

3. Akad Nikah

Ameer Azzikra

Setelah proses khitbah selesai, maka umat dapat menjalankan akad nikah. Dalam akad nikah, hal yang harus dipastikan yakni umat bisa menerapkan keterpisahan secara sempurna ketika walimah terlaksana.

Keterpisahan maksudnya yakni antara laki – laki dan perempuan tak boleh untuk saling bertemu tanpa kepentingan syar’i. Sebab walimah bukanlah salah satu alasan laki – laki dan perempuan berikhtilat.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai pernikahan Ameer Azzikra serta proses menuju pelaminan secara syar’i. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi bagi umat yang mencari pemahamn terkait pernikahan syar’i.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY