Yahukimo – Kericuhan yang terjadi antara suku kimyal dan suku yali terjadi pada hari Minggu siang di Yahukimo. Saat itu, suku kimyal tiba-tiba menyerang suku yali yang sedang melakukan ibadah di gereja.
Akibat dari insiden ini, ada enam orang warga yang tewas dan 43 orang yang mengalami luka-luka. Sedangkan, 10 warga lain yang mengalami luka berat dibawa ke Jayapura.
Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada kita untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dan benar. Adapun terjadinya kericuhan di Yahukimo yang disebabkan oleh protes dan rasa tidak terima akibat meninggalnya mantan bupati Yahukimo di Jakarta akhirnya semakin memanas dengan adanya serang menyerang antara dua suku.
Dalam Islam sendiri sudah diajarkan bagaimana cara menyampaikan pendapat tanpa adanya kekerasan fisik ataupun verbal. Hal itu sudah seharusnya diterapkan supaya tidak berbuntut pertikaian yang berkepanjangan antara sesama manusia karena dapat menimbulkan dampak negatif. Lalu, apa sajakah dampak negatif kericuhan dalam Islam?
3 Dampak Negatif Kericuhan Seperti yang Terjadi Di Yahukimo
Kericuhan yang terjadi di Yahukimo menelan beberapa korban jiwa yang tidak bersalah. Penyebabnya hanya karena rasa solidaritas sebab berasal dari suku yang sama dan penyampaian pendapat yang kurang tepat sehingga mengakibatkan pertikaian antara kedua suku yang tinggal berdampingan. Kericuhan yang terjadi membuat renggang hubungan antara kedua suku di Yahukimo, yaitu suku kimyal dan suku yali.
Padahal, didalam Islam tidak ada yang namanya kericuhan. Semua masyarakat bisa menyampaikan pendapatnya dengan bebas, tetapi dengan cara yang baik. Kericuhan menimbulkan beberapa dampak negatif. Adapun dampak negatif kericuhan dalam Islam, yaitu diantaranya:
1. Mengurangi Rasa Persaudaraan
Kericuhan yang terjadi dapat mengurangi rasa persaudaraan dan membuat permusuhan yang seharusnya tidak perlu. Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk memperkuat ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan antara sesama muslim. Caranya dengan bersilaturahmi dan menghindari pertikaian dan kericuhan yang tidak diperlukan.


2. Menelan Korban Jiwa
Dalam suatu kericuhan, seringkali banyak korban tidak bersalah yang berjatuhan akibat pertengkaran yang tidak ada faedahnya. Contohnya, kericuhan di Yahukimo menewaskan setidaknya enam orang yang sedang beribadah di dalam gereja. Sedangkan, Islam melarang adanya pertumpahan darah kecuali yang dibenarkan oleh syariat Islam.
Hal tersebut sebagaimana ayat yang berbunyi:
مِنۡ اَجۡلِ ذٰ لِكَ ۚكَتَبۡنَا عَلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اَنَّهٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِى الۡاَرۡضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَمَنۡ اَحۡيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحۡيَا النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَلَـقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِالۡبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيۡرًا مِّنۡهُمۡ بَعۡدَ ذٰ لِكَ فِى الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ
Artinya: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. (Q.S. Al-Maidah: 32)
3. Memunculkan Sifat Namimah
Ketika terjadi kericuhan, pasti ada orang-orang yang suka membuat panas suasana sehingga semakin bertambah parah pertikaian yang terjadi. Orang-orang seperti inilah yang mempunyai sifat namimah atau mengadu domba seseorang dengan yang lainnya. Orang-orang yang memiliki sifat namimah biasanya menjadi provokator untuk terus bertikai.


Oleh karena itu, pertikaian yang seharusnya segera menemukan solusi dan cepat berdamai kembali justru semakin larut dalam pertengkarannya. Sebab, orang yang mempunyai sifat namimah ini biasanya membuat mereka saling membenarkan pikirannya sendiri sehingga sulit diajak tukar pikiran dan bernegosiasi supaya masalah cepat selesai.
Itulah 3 dampak negatif kericuhan dalam Islam seperti yang terjadi di Yahukimo. Semoga kita terhindar dari kericuhan dan pertikaian berkepanjangan, serta selalu berada dalam perlindungan Allah SWT. Amiinn…
































