Ustad Maheer Meninggal, Apa Pelajaran Berharga yang Bisa Kita Ambil dari Kisah Hidupnya?

0
117

Ustad Maheer – Tahukah Sobat Cahaya Islam siapa Ustad Maheer? Beliau adalah pendakwah asal Medan yang kini tinggal di Bogor. Dulu, Ustad Maheer sempat menjadi santri di sebuah pesantren. Namun, tidak dijelaskan secara detail di mana lokasi tepatnya. Selain itu beliau juga berkuliah di Universitas Ibnu Kholdun, Bogor.

Pemilik nama asli Soni Eranata ini juga dijuluki Maheer At-Thuwailibi. Sebab, saat menjadi santri di salah satu pesantren yang tidak disebutkan itu ia menyetor bacaan Al-Quran dengan nada yang mirip dengan imam besar Masjidil Haram, Syekh Maher Al-Muaiqly. Nama Soni Eranatapun kemudian lebih dikenal dengan nama Ustad Maheer.

Ustad Maheer dikenal sebagai pendakwah yang keras. Gaya bahasa dan ujaran yang digunakan cenderung keras. Melalui platform Youtube, TikTok, Twitter, juga Instagram beliau aktif berdakwah dengan gaya yang keras. Seringkali karena gayanya ini, Ustad Maheer dilaporkan ke pihak kepolisian atas dasar pencemaran nama baik.

Bahkan, setelah perseteruannya dengan Abu Janda alias Permadi Arya, juga dengan artis Nikita Mirzani, Ustad Maheer dilaporkan atas dasar pencemaran nama baik salah satu tokoh Nahdhatul Ulama, Habib Lutfi bin Yahya melalui media sosial Twitter. Buntut dari kasus ini adalah ia harus ditahan di Rutan Mabes Polri Jakarta Selatan sejak Desember 2020 kemarin.

Namun, selama di Rutan kondisi kesehatan Ustad Maheer mengalami penurunan. Bahkan sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Setelah sembuh, Ustad Maheer kembali ke Rutan Mabes Polri. Beberapa saat setelahnya, ia mengeluhkan sakit dan oleh pihak kepolisian kembali dibawa ke RS Polri tetapi ia menolak hingga akhirnya meninggal.

Ustad Maheer dan Kisah Hidupnya serta Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Terkenal dengan gaya ceramah yang keras. Ustad Maheer menghembuskan napas terakhirnya di Rutan Mabes Polri pada Minggu, 7 Februari 2021. Terkait sakit apa yang diderita almarhum, publik belum mengetahui secara pasti. Namun, menurut penuturan pengacara almarhum memiliki riwayat sakit lambung.

Lalu, apa saja yang bisa kita pelajari dari kisah hidup almarhum? Simak ulasannya berikut ini:

1.      Menyebarkan Ajaran Agama

Terdapat hal positif yang dapat kita pelajari dari kisah hidup almarhum. Meski tidak lahir dari keluarga pendakwah, Ustad Maheer mau belajar agama dan mengamalkannya melalui media sosial dan platform yang banyak digandrungi generasi masa kini. Hal ini tentu dapat menjadi pemicu semangat kita untuk menyebarkan ajaran agama.

2.      Bagaimana Berdakwah sesuai Ajaran Islam

Meski memiliki niat menyebarkan agama, namun tindakan dan cara yang dilakukan Ustad Maheer agaknya tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Islam agama yang damai dan lembut. Sehingga, sebaiknya dalam penyampaian dakwah Islam tersebut dilakukan dengan lemah lembut, damai, dan tidak menyudutkan golongan tertentu.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur Ayat 19)

Sobat Cahaya Islam dapat mengaambil pelajaran berharga dari kisah hidup Ustad Maheer. Ada positif dan negatif di setiap perjalanan hidup manusia. Urusan Ustad Maheer dan masa tahanannya bukan urusan manusia untuk menghitung bagaimana almarhum di akhirat. Sebagai Muslim yang beriman kita doakan agar almarhum diberikan ampunan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY