Tsunami Aceh Beri Pelajaran Berharga, Membangun Empati juga Solidaritas

0
1551
Tsunami Aceh

Tsunami Aceh – Bencana Gempa serta Tsunami Aceh yang pernah terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Tidak hanya semata-mata menyisakan kesedihan yang sampai kini mengharu biru.

Bencana tersebut, juga memberikan pembelajaran tentang pentingnya kebersamaan dengan cara bangkit pascabencana.

Setiap tahun, di tanggal dan bulan yang sama, kenangan tersebut seolah kembali menjadi genangan. Yang basah oleh air mata para keluarga yang anggotanya menjadi salah seorang korban.

Saat musibah itu melanda, banyak dari komunitas internasional pun turut bergerak bersama. Bersatu padu mengulurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat Aceh.

Perhatian masyarakat internasional tersebut telah menjadi pembelajaran berharga, khususnya bagi kita semua.

Bahwa setiap upaya untuk bangkit, upaya untuk maju, tidak pernah dapat kita tuntaskan sendiri. Melainkan harus bersama-sama.

Kita pun dapat bersama-sama ikut serta membangun Aceh. Tanpa harus melihat dari mana asal mereka, apa sukunya, apa bangsanya dan lain sebagainya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas bagaimana umat Islam menanggapi bencana di Aceh Desember 2006 silam? Demikian ulasannya.

Tsunami Aceh Beri Pelajaran Berharga, Membangun Empati juga Solidaritas

Momentum peringatan bencana tsunami harus kita jadikan sebagai sarana demi memperkuat persatuan dan kesatuan. Terutama untuk membangun Aceh agar menjadi lebih maju kedepannya.

Berikut ini beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari bencana Tsunami di Aceh.

1.   Membangun Empati Masyarakat

Saat bencana terjadi, semua masyarakat akan saling menyalurkan bantuan dari daerah asal mereka masing-masing. Inilah pentingnya energi masyarakat dalam menyalurkan empati yang positif bagi sesamanya.

Tsunami Aceh

Hati yang tulus dan lembut, pasti akan tergerak ketika melihat saudara seiman setanah air sedang mendapatkan musibah. Dengan begitu, akan mudah baginya melangkahkan kaki memberikan bantuan sebisa mungkin.

2.   Cara Allah Mengingatkan HambaNya

Tak hanya itu, tsunami adalah cara Allah memberi peringatan kepada hamba-hambanya untuk senantiasa mendekat padaNya. Tsunami bisa kita sebut sebagai bencana yang sarat dengan pembelajaran dan sarana pengingat dariNya.

Penting bagi kita, untuk sadar atas dosa-dosa yang ada dan secepat mungkin bertaubat kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).

3.   Menyadari Peran Manusia sebagai Makhluk Sosial

Tsunami membuat kita sadar, bahwa ketika musibah melanda, kita tidak bisa bangkit sendiri. Sebagai makhluk sosial, kita pastinya  butuh bantuan juga uluran tangan orang lain.

Inilah yang Allah inginkan. Yakni melalui bangkitnya solidaritas berbagai elemen yang ikut membantu Aceh: dari berbagai negara bahkan lintas agama, semua turun tangan untuk membantu Aceh.

4.   Menguatkan Iman

Iman dan amal saleh merupakan ‘bangunan’ yang tidak akan pernah runtuh meski sebesar apapun bencana yang datang.

Orang beriman akan tetap bersyukur meski sedang mendapatkan cobaan karena hakikatnya itu sebuah teguran dari Allah untuk memperkuat imannya.

Sedangkan mereka yang gemar beramal saleh, tidak akan pernah takut dengan berbagai kehancuran akibat gempa maupun tsunami.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (Surat Al-Insyirah Ayat 5)

Nah, demikian di atas merupakan ulasan mengenai beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari tragedi tsunami Aceh, 2006 silam.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita perlindungan, keselamatan dan menjauhkan dari segala mara bahaya. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY