TNI VS POLRI, Harusnya Bersatu Bela Negara Bukan Berseteru

0
910
TNI VS POLRI

TNI VS POLRI – Beberapa hari yang lalu, pemberitaan dengan tagar TNI VS POLRI mencuat kembali di banyak media. Hal ini tentu saja menjadi permasalahan yang patut umat soroti. Sebab, kedua lembaga tersebut merupakan pertahanan militer negara.

Sobat Cahaya Islam, permasalahan antara TNI VS POLRI memang tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, kedua lembaga tersebut juga pernah bersitegang lantaran karena beberapa oknum atas nama keduanya.

Bagaimana Umat Merespon Permasalahan TNI VS POLRI?

Sobat Cahaya Islam, segala aktivitas yang umat lakukan harusnya senantiasa berdasarkan pandangan terhadap syariat termasuk halnya merespon perkara TNI VS POLRI. Bersitegangnya sebagian anggota kedua lembaga tersebut bisa saja terjadi karena kesalahpahaman.

TNI VS POLRI

Sebagai umat dan warga negara yang baik, sudah selayaknya para warga sipil berusaha untuk mendinginkan suasana agar perseteruan tersebut dapat meredam.

Sebab, menghadapi sebuah permasalahan dengan marah tentu bukan hal yang Islam ajarkan bagi umat. Selain itu, kesalahpahaman tersebut harusnya segera diusut agar tak semakin besar permasalahannya.

Harusnya Bersatu Bela Negara

Sobat Cahaya Islam, seperti yang umat ketahui bersama bahwa kondisi negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Faktanya, banyak umat dapati permasalahan dari berbagai lini.

Mulai dari kasus moral, tindakan kriminal, pencurian, korupsi bahkan pembunuhan berencana sekalipun.

Tentu kasus kelas parah seperti ini harusnya perlu mendapatkan perhatian khusus. Bila kedua lembaga pertahanan negara masih terlibat perseteruan, maka upaya untuk melakukan tindakan pencegahan akan berjalan tidak maksimal. Walhasil, umat tak akan dapatkan kesejahteraan sebagai jaminan warga negara dengan sempurna.

Tips Bagi Umat Agar Bersatu

Sobat Cahaya Islam, persatuan bukanlah hal yang mudah. Kondisi inilah yang perlu segera umat wujudkan.

Selain itu, Islam juga mengajarkan demikian. Umat tak boleh sampai berada dalam kondisi terpecah belah. Sebab jika mereka terepcah belah, musuh Islam akan mudah untuk memporak porandakannya. Berikut beberapa tips yang perlu umat lakukan agar dapat bersatu :

1.    Menjaga Perdamaian

Salah satu hal yang dapat umat lakukan yakni dengan senantiasa menjaga perdamaian. Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat kebaikan. Kendati demikian, bukan berarti umat harus menjadi makhluk yang lembut setiap saat.

Ketegasan penting saat menghadapi momen manakala Islam dilecehkan atau dihina. Selain itu, toleransi yang Islam ajarkan menjadi bukti nyata bahwa Islam sangat menjaga perdamaian.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisa’ ayat 128 yakni :

وَاِنِ امْرَاَةٌ خَافَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يُّصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۗوَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗوَاُحْضِرَتِ الْاَنْفُسُ الشُّحَّۗ وَاِنْ تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

Artinya : Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Namun kondisi saat ini tampaknya tidak demikian, Islam malah seakan – akan menjadi agama yang harus umat jauhi.

2.    Menjadi Muslim Negarawan

Selain itu, sangat penting bagi umat untuk senantiasa melek dengan aktivitas politik negara. Tentu saja hal tersebut bukan dalam rangka ingin berniat jahat.

Hanya saja, umat perlu memperhatikan dengan seksama sebab segala putusan kebijakanlah yang menyebabkan adanya perseteruan di sisi masyarakat sipil.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai permasalahan TNI VS POLRI dan beberapa hal yang dapat umat lakukan untuk tetap bersatu.

Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bacaan terbaik bagi umat. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY