Suka Lagu Butter? Hukum Mendengarkan Lagu dalam Islam

0
27
butter

Butter – Beberapa hari ini, rilis lagu butter BTS mengalami lonjakan yang pesat dan mendapat perhatian khusus dari sebagaian kalangan masyarakat Indonesia khususnya para millenial. Hal yang menarik bukan? Malah reaksi lagu ini hampir melebihi reaksi terhadap beberapa kajian Ramadhan di channel YouTube kesenangan.

Sobat Cahaya Islam, sebagian kaum muslimin harus mawas diri dan tetap menjaga kehati – hatian dalam setiap aktivitas, walaupun hanya mendengarkan lagu butter karya BTS. Sebab, umat muslim dilarang untuk melakukan suatu hal tanpa landasan dan dasar yang jelas. Selain hal tersebut mempengaruhi kuantitas ibadah, bisa jadi juga akan menurunkan kadar keimanan.

Bagaimana Seharusnya Menyikapi Umat yang Latah Terhadap Lagu Butter?

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni melakukan pengkajian terhadap lagu tersebut. Di dalam Islam, hukum mendengarkan musik ataupun lagu sangat beragam. Mulai dari yang mubah, bahkan sampai diharamkan. Musik ataupun lagu hukumnya menjadi haram karena dampak negatif yang dihasilkan. Hal ini dilandaskan pada Mahdzab Hanabilah.

Hadits yang menjadi landasan yang menjadikannya haram yakni :

اَلْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ , كَمَا يُنْبِتُ الْمَآءُ الْبَقْلَ

Bernyanyi bisa menimbulkan nifaq (kemunafikan) dalam hati seperti halnya air yang mampu menumbuhkan sayuran (HR. Al-Baihaqi no. 19544).

Sedangkan Mahdzab Syafii’iyah memakruhkan hal tersebut, dimana artinya lebih baik meninggalkan aktivitas mendengarkan musik atau lagu. Adanya variasi tersebut menunjukkan khazanah keilmuan Islam.

Pendapat lain juga menyatakan jika aktivitas mendengarkan musik atau lagu terkategorikan aktivitas mubah. Artinya boleh saja untuk dilakukan. Namun, umat muslim harus tetap ingat bahwa kemubahan itu bisa mendekatkan pada hal yang negatif sehingga haram maupun sebaliknya menjadi hal yang positif.

Adanya ragam hukum ini seharusnya dapat disadari sebagai gambaran keluasan ilmu Islam. umat harus tetap konsisten ketika sudah menemukan dalil terkuat terkait hukum mendengarkan musik untuk diikuti. Akan sangat disayangkan, apabila umat ikut menghukumi mubah, makruh bahkan sunnah tanpa landasan dalil yang kuat.

Bagaimana Jika Terdapat Umat Muslim yang Mengharamkan Mendengar Musik atau Lagu?

butter

Sebagai kaum muslim, seharusnya tetap harus dihormati walaupun ada perbedaan pendapat dan dalil yang diyakini. Hanya saja, hal ini tidak boleh jadi pembenaran bahwa Islam adalah agama yang sangat kaku hanya dikarenakan terdapat ulama’ yang mengharamkan mendengarkan musik ataupun lagu.

Terlepas dari hukum mendengarkan musik, kaum muslim harus mampu memaksimalkan waktunya dan menjadi produktif. Pertanyaannya, apakah waktu akan menjadi produktif ketika lagu Butter terus diputar? Jawaban dari pertanyaan inilah yang harus dijawab. Bukan hanya lagu baru tersebut, hal ini berlaku bagi musik ataupun lagu lainnya.

Adakah Rekomendasi Aktivitas Lain Selain Mendengarkan Musik atau Lagu?

butter

Penyebaran alat musik maupun lagu sekarang seakan – akan menjadi kebutuhan primer. Padahal, sejatinya umat tidak perlu mewajibkan diri untuk senantiasa mendengarkan musik bukan? Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan yakni melakukan tadabbur Quran, belajar tahsin maupun tajwid serta aktivitas produktif lainnya.  

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa rekomendasi aktivitas yang bisa dilakukan selain mendengar lagu Butter. Sungguh akan sangat merugi bila kaum muslimin hanya terlibat dalam aktivitas keduniawian saja bahkan tak termasuk dalam golongan aktivitas yang produktif. Semangat Sobat Cahaya Islam!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY